Sudin Ingatkan Bahaya Narkoba, Pinjol, dan Pentingnya Pendidikan Karakter ke Warga Bandar Lampung


Bandar Lampung – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sudin, melakukan Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) di Kecamatan Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung yang merupakan Daerah Pemilihan (Dapil) Lampung I, Kamis (17/7/2025).


Dalam kunjungannya, Sudin menyoroti berbagai persoalan krusial yang dihadapi masyarakat, mulai dari bahaya narkoba, pinjaman online (pinjol), hingga pentingnya pendidikan karakter bagi generasi muda.


Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung ini mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam praktik pinjol yang marak terjadi. Menurutnya, kemudahan yang ditawarkapinjol justru menjerat masyarakat dalam bunga yang tinggi serta pencurian data pribadi.


“Kita tahu soal judi online, narkoba, dan pinjol. Pinjol memang mudah diakses, tapi bunganya luar biasa besar dan data-data pribadi kita bisa diambil. Maka dari itu, hindari pinjol,” ujar Sudin.


Ia juga menyinggung praktik perjudian online yang semakin canggih dan meresahkan. Menurutnya, dalam sejarah tidak ada bandar judi yang kalah.


“Yang kalah itu pemainnya, bukan bandarnya. Kalau bandar judi kalah, tutup itu kasino,” tambahnya.


Sudin secara khusus menyoroti bahaya narkoba yang kini peredarannya makin masif dan canggih. Ia mengungkapkan, jual beli narkoba saat ini bisa dilakukan hanya melalui telepon, tanpa tatap muka antara penjual dan pembeli.


“Contohnya di Batam, sekali tangkapan bisa mencapai sekian ton. Banyak pelabuhan tikus digunakan untuk penyelundupan. Biasanya dikendalikan sindikat internasional,” jelasnya.


Ia juga mengaitkan sejarah penjajahan Inggris terhadap Tiongkok melalui candu (narkoba), yang menjadi pelajaran penting agar Indonesia tidak jatuh ke lubang yang sama.
Sudin mengajak para orang tua untuk memperhatikan pergaulan anak-anaknya, terutama dalam penggunaan telepon genggam.


Menurutnya, banyak orang tua yang mengira anaknya baik-baik saja, padahal diam-diam menjadi pengguna narkoba.


“Kalau bisa HP anak-anak dicek. Banyak yang terlihat baik, tapi ternyata sudah terjerumus narkoba. Efek narkoba itu gak ada baiknya. Kalau sudah kecanduan, sangat sulit lepas,” imbuhnya.


Selain itu, Sudin juga menyoroti kemunduran etika dan sopan santun generasi muda saat ini.


“Dulu, bapak saya cuma melotot saja, saya sudah takut. Sekarang anak-anak dinasihati baik-baik saja susah. Ini terjadi karena kurangnya pendidikan karakter dan pengawasan orang tua,” tuturnya.


Ia juga menyoroti persoalan balap liar dan tawuran pelajar yang semakin marak.


“Tawuran dan balap liar ini bahaya. Saya pernah sampaikan ke pimpinan polisi, coba tempelkan foto keluarganya. Supaya mereka ingat, ini bukan cuma soal mereka, tapi menyakiti hati orang tuanya juga,” pungkasnya.


Sudin menutup sambutannya dengan pesan moral penting menjaga keamanan, ketertiban, dan hukum adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas aparat.


“Terutama, dalam menjaga anak-anak dari jeratan narkoba dan degradasi moral akibat lingkungan pergaulan yang buruk,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *