Lampung Tengah – DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung menggelar rangkaian kegiatan bertajuk Gebyar Sehat Soekarno di Lapangan Prosida, Bandar Jaya Barat, Kabupaten Lampung Tengah, Minggu (19/7). Kegiatan yang diikuti sekitar 6000 peserta tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan budaya hidup sehat, memperkuat semangat gotong royong, sekaligus memperingati Bulan Bung Karno dan rangkaian peringatan Peristiwa 27 Juli 1996 (Kudatuli).
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung, Winarti, mengatakan bahwa Gebyar Sehat Soekarno bukan sekadar agenda olahraga massal, melainkan implementasi nyata nilai-nilai perjuangan Bung Karno yang menekankan pentingnya persatuan, gotong royong, serta pembangunan masyarakat yang sehat dan produktif.

“Melalui kegiatan Gebyar Sehat Soekarno dan Sekinker Gelowing, kita ingin menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mendorong terwujudnya Lampung yang semakin maju, sehat, dan sejahtera,” ujar Winarti.
Menurut Winarti, semangat gotong royong harus terus dijaga melalui kolaborasi antara pemerintah, partai politik, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Eriko Sotarduga mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda atau Gen Z, agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
“Generasi muda harus memahami sejarah bangsa. Bung Karno telah mengingatkan kita melalui pesan Jas Merah, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi menjadi bekal untuk membangun masa depan Indonesia,” kata Eriko.

Eriko juga memberikan apresiasi kepada DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung dan DPC PDI Perjuangan Lampung Tengah yang dinilai sukses menyelenggarakan kegiatan dengan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi.
“Saya mengapresiasi DPD PDI Perjuangan Lampung dan DPC PDI Perjuangan Lampung Tengah yang mampu menghadirkan ribuan masyarakat dalam kegiatan ini. Ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan masih menjadi kekuatan PDI Perjuangan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Eriko mengingatkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Peristiwa Kudatuli yang diperingati setiap 27 Juli.
“Peristiwa Kudatuli merupakan tonggak sejarah perjuangan demokrasi yang tidak boleh dilupakan. Semangat keberanian, keteguhan, dan pengorbanan yang lahir dari peristiwa itu harus terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari perjalanan PDI Perjuangan dan bangsa Indonesia,” katanya.
Gebyar Sehat Soekarno diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya slow jogging, Senam SICITA, Senam Sekinker Gelowing, donor darah, cek kesehatan, pembagian doorprize.

Selain kegiatan di Lapangan Prosida, DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung juga menggelar Pendidikan Politik di Hotel BBC Lampung Tengah yang dihadiri Ketua DPP PDI Perjuangan Eriko Sotarduga dan Ketua DPP PDI Perjuangan dr. Ribka Tjiptaning, BPBD Kabupaten Lampung Tengah serta BPBD Provinsi Lampung sebagai narasumber.
Hadir juga Fungsionaris DPD dan peserta dari wilayah Lampung II, yaitu Ketua Fraksi dan Ketua DPC. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat ideologi partai, meningkatkan kapasitas kader, serta menanamkan nilai-nilai perjuangan PDI Perjuangan kepada seluruh peserta.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak- anak yatim piatu Panti Asuhan Almarhamah Abu Bakar yang berlokasi di Jalan Manggis Lingkungan 3 Bandar Jaya Barat. Hal itu sebagai wujud semangat gotong royong dan keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Melalui kolaborasi Gebyar Sehat Soekarno, pendidikan politik, dan kegiatan sosial, DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung berharap semangat hidup sehat, gotong royong, kepedulian sosial, serta nilai-nilai perjuangan Bung Karno semakin mengakar di tengah masyarakat dan menjadi energi dalam mewujudkan Lampung yang maju, unggul, adil, dan sejahtera. (*)

