PDI Perjuangan Lampung Gelar Upacara Khidmat Peringati Hari Lahir Pancasila, Penghormatan untuk Bung Karno


Bandar Lampung – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Lampung menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. Upacara berlangsung khidmat di halaman Kantor DPD PDI Perjuangan Lampung, Jalan Pangeran Emir M. Noer, Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung, Minggu (1/6/2025).


Sutono mengingatkan, kelahiran Pancasila merupakan buah gagasan pemikiran Presiden Indonesia pertama, Soekarno. Oleh karenanya, momentum ini sekaligus penghormatan kepada para pendiri bangsa.


Termasuk ditujukan dan dimaknai sebagai ajang merefleksikan dan mengamalkan nilai-nilai luhur terkandung dalam Pancasila, bagi seluruh kader PDIP di Provinsi Lampung.


“Amanat menekankan, bahwa Pancasila resmi ditetapkan sebagai dasar negara melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016. Ini merupakan jati diri bangsa yang merdeka dan berberdaulat,” ucapnya.


Sejalan dengan Hari Lahir Pancasila ini, Sutono mengingatkan seluruh kader, bahwa ideologi ini harus terus menjadi pedoman dalam setiap gerak langkah perjuangan partai.


“Momen ini juga harus dimaknai sebagai bagian dari konsolidasi partai. Kita hadapi tantangan berat ke depan, maka kekompakan dan kesolidan seluruh elemen partai sangat dibutuhkan,” tegasnya.


Dalam pernyataannya, Sutono juga menegaskan klarifikasi penting terkait sejarah bangsa Indonesia. Ditegaskan, Bung Karno tidak pernah terlibat dalam peristiwa G30S/PKI dan tidak pernah berkhianat kepada Republik Indonesia.


Menurutnya, tuduhan tersebut merupakan fitnah keji yang harus diluruskan kepada masyarakat. “Kita harus tegak lurus pada kebenaran sejarah. Bung Karno adalah tokoh besar bangsa yang tidak akan pernah kami biarkan namanya dicemarkan. Nyala api perjuangan beliau tidak akan pernah padam,” ucap dia.


Oleh karenanya, ia menyerukan seluruh kader dan pengurus partai di semua tingkatan untuk turun ke masyarakat, memperjuangkan program-program partai. “Terus jaga semangat persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai ideologi Pancasila,” imbuh Sutono.


Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *