Pringsewu — Semangat membangun pertanian yang mandiri terus ditanamkan kepada para petani di Pekon Sukoharjo III, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu.
Dalam pertemuan bersama kelompok tani pada Sabtu, 9 Mei 2026, Andy Roby menegaskan pentingnya kemandirian ekonomi petani agar tidak bergantung pada bantuan pemerintah.
Sejak sebelum musim tanam pertama, Andy Roby telah aktif membina kelompok tani melalui program penyediaan benih. Benih tersebut diberikan kepada petani dengan mekanisme pengembalian setelah panen, sehingga dapat dikelola kembali oleh kelompok tani sebagai modal bersama untuk mendukung kegiatan pertanian berikutnya.
Pendekatan tersebut mulai menunjukkan hasil yang positif. Dari musim tanam pertama, kelompok tani berhasil membentuk tabungan bersama sebesar Rp20.000.000. Dana ini direncanakan untuk memperkuat kemandirian petani sekaligus mendukung modernisasi pertanian melalui pengadaan peralatan yang lebih efisien, seperti drone untuk pemupukan lahan.
Menurut Andy Roby, tujuan utama program ini adalah membangun pola pikir baru di kalangan petani agar lebih percaya pada kemampuan sendiri dan memanfaatkan hasil usaha secara kolektif untuk meningkatkan kesejahteraan.
“Mari kita ciptakan kemandirian pertanian agar para petani tidak bergantung dengan subsidi pemerintah,” katanya.
Ia menilai subsidi pemerintah memiliki peran penting dalam membantu petani. Namun, ketergantungan yang berlebihan terhadap bantuan dinilai dapat menghambat tumbuhnya inisiatif dan semangat untuk mengembangkan usaha tani secara mandiri.
Melalui pembinaan kelompok tani, Andy Roby mendorong petani untuk mengelola hasil panen secara terencana, membangun tabungan bersama, dan memanfaatkan dana tersebut untuk investasi alat pertanian modern yang dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi.
Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera, tangguh, dan mandiri. Dengan pengelolaan kelompok yang baik, petani tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan produksi, tetapi juga memiliki kapasitas untuk mengembangkan pertanian berbasis teknologi dan gotong royong.
Pertemuan di Pekon Sukoharjo III menjadi momentum penting bagi para petani untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun masa depan pertanian yang berdaya saing dan berkelanjutan di Kabupaten Pringsewu. (*)

