Bandar Lampung – Tim Relawan Kesehatan PDI Perjuangan menyiapkan strategi pelayanan medis terpadu bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh dengan melibatkan dokter diaspora serta dukungan Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Kota Langsa, Sabtu (3/1) malam. Rapat dipimpin Wakil Ketua I Kehormatan Partai DPD PDI Perjuangan Aceh, Hanafiah, dan dihadiri relawan kesehatan dari berbagai daerah bersama dokter diaspora yang tergabung dalam misi kemanusiaan.
Koordinasi difokuskan pada penguatan sistem pelayanan kesehatan di lapangan, mulai dari pembagian tim, penentuan jadwal, hingga pemetaan lokasi layanan di sejumlah kabupaten dan kota terdampak bencana. Pelayanan dirancang bertahap dan terstruktur agar menjangkau masyarakat secara merata dan efektif.
Berdasarkan hasil rapat, pelayanan kesehatan akan dimulai pada 5 Januari 2026 di Kabupaten Aceh Tamiang dengan target enam titik layanan per hari. Selanjutnya, tim akan bergerak ke Kabupaten Aceh Timur pada 6 Januari 2026 dengan target yang sama.
Pelayanan kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Aceh Utara pada 7 hingga 10 Januari 2026 dengan target enam titik layanan per hari. Setelah itu, tim akan bertugas di Kabupaten Bener Meriah pada 11 hingga 14 Januari 2026 dengan target lima titik layanan per hari.
Jadwal pelayanan berikutnya dilaksanakan di Kabupaten Aceh Tengah pada 15–18 Januari 2026, dilanjutkan ke Kabupaten Bireuen pada 19–22 Januari 2026, dan ditutup di Kabupaten Pidie Jaya pada 23–26 Januari 2026. Di tiga wilayah terakhir tersebut, relawan menargetkan lima titik layanan kesehatan per hari.
Untuk memperkuat pelayanan medis, Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati dijadwalkan bersandar di Lhokseumawe pada 7 Januari 2026. Kehadiran rumah sakit apung ini diharapkan dapat membantu penanganan medis yang membutuhkan fasilitas lebih lengkap bagi masyarakat terdampak.
Dalam arahannya, Hanafiah mengingatkan seluruh relawan dan tenaga kesehatan agar menjaga kondisi fisik selama menjalankan tugas kemanusiaan di lapangan.
“Semoga sehat semua, selamat semua, jaga kesehatan. Semoga aman di perjalanan kita,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa relawan akan dibagi menjadi enam kelompok untuk menjangkau enam titik layanan setiap harinya, sehingga pelayanan kesehatan dapat berjalan optimal.
Rapat koordinasi ini menegaskan komitmen PDI Perjuangan untuk terus hadir di tengah masyarakat Aceh melalui pelayanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan, khususnya bagi warga di wilayah yang terdampak bencana. (*)

