Bandar Lampung – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Lampung secara resmi melepas kepulangan relawan PDI Perjuangan se-Indonesia beserta armada ambulans kemanusiaan yang telah menuntaskan misi bantuan bagi korban bencana alam. Prosesi pelepasan berlangsung di Kantor DPD PDI Perjuangan Lampung (Bypass), Selasa (27/1/2026).
Relawan yang dilepas merupakan bagian dari gerakan kemanusiaan nasional PDI Perjuangan yang melibatkan kader dan relawan dari berbagai provinsi di Indonesia. Sebelumnya, relawan PDI Perjuangan dari wilayah Sumatera Barat telah lebih dulu kembali ke daerah masing-masing pada Selasa (20/1/2026).
Sementara itu, gelombang relawan dari daerah lainnya, kembali pada hari ini dan menjadikan Lampung sebagai titik singgah sebelum melanjutkan perjalanan ke wilayah asal masing-masing.
Kantor DPD PDI Perjuangan Lampung menjadi tempat beristirahat sekaligus ruang kebersamaan bagi para relawan setelah berhari-hari berjibaku di lokasi bencana. Para relawan disambut langsung oleh FUngsionaris DPD PDI Perjuangan yaitu Sekretaris, Palgunadi, Wakil Ketua, Aprilliati dan I Wayan Aryudi. Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai acara pelepasan, mencerminkan kuatnya solidaritas yang terbangun selama misi kemanusiaan berlangsung.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Lampung, Palgunadi, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh relawan yang telah mengabdikan diri tanpa mengenal lelah.

“Relawan-relawan ini datang dari berbagai daerah di Indonesia. Namun di lokasi bencana, mereka bersatu dalam satu semangat, yaitu gotong royong untuk kemanusiaan. Inilah wajah PDI Perjuangan, partai yang selalu hadir, peduli, dan merasakan langsung penderitaan rakyat,” ujar Palgunadi.
Ia menegaskan bahwa nilai gotong royong bukan sekadar jargon, melainkan kekuatan nyata yang menjadi landasan kerja relawan PDI Perjuangan dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung, Aprilliati. Menurutnya, kebersamaan para relawan lintas daerah menjadi bukti bahwa solidaritas masih menjadi fondasi utama dalam menghadapi situasi krisis.
“Di tengah kondisi darurat, para relawan saling menguatkan dan bekerja bahu-membahu. Ada yang mengurus logistik, dapur umum, evakuasi, hingga pendampingan warga. Semua bergerak dengan satu tujuan, yaitu kemanusiaan,” kata Aprilliati.

Ia juga menegaskan bahwa kantor PDI Perjuangan akan selalu terbuka dan menjadi rumah bersama bagi seluruh kader dan relawan di mana pun mereka bertugas.
Salah satu relawan asal Lampung, Abadi, mengaku banyak belajar dari kebersamaan selama menjalankan misi kemanusiaan bersama relawan dari berbagai daerah.
“Kami berasal dari latar belakang dan daerah yang berbeda, tapi di lapangan tidak ada sekat. Semua saling membantu dan saling menjaga. Gotong royong itulah yang membuat kami mampu bertahan dan memberi manfaat bagi warga terdampak,” ungkap Abadi.
Acara pelepasan ditutup dengan pekikan “Merdeka” yang menggema di Kantor DPD PDI Perjuangan Lampung. Selanjutnya, rombongan relawan melanjutkan perjalanan darat menuju Pelabuhan Bakauheni untuk menyeberang kembali ke Pulau Jawa, sebelum kembali ke daerah masing-masing dengan membawa semangat pengabdian dan kemanusiaan.

