Lampung Barat – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lampung Barat yang juga Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, memperingati Bulan Bung Karno dengan cara yang berbeda. Tidak hanya mengenang jasa Sang Proklamator, Parosil mengajak generasi muda memahami sejarah perjuangan bangsa sekaligus mengimplementasikan ajaran Bung Karno melalui penguatan ketahanan pangan masyarakat.
Kegiatan yang dipusatkan di Balai Pekon Pura Mekar, Kecamatan Gedung Surian, Minggu (7/6/2026), diawali dengan lomba mewarnai yang diikuti puluhan siswa PAUD dan TK. Dalam suasana penuh keceriaan, Parosil berinteraksi langsung dengan para peserta dan mengajak mereka mengenal sosok Bung Karno melalui kuis sederhana seputar sejarah kemerdekaan Indonesia.
Anak-anak yang mampu menjawab pertanyaan, termasuk mengenai tanggal lahir Bung Karno, mendapatkan hadiah langsung dari Parosil.
Menurut Parosil, peringatan Bulan Bung Karno harus menjadi momentum untuk mengenalkan sejarah perjuangan bangsa kepada generasi muda sejak usia dini.
“Sengaja hari ini kita menggelar berbagai kegiatan dalam rangka Bulan Bung Karno untuk mengenang, mengingat, dan memperkenalkan sejarah perjuangan Bung Karno sejak dini kepada anak-anak kita,” ujar Parosil.
Ia menegaskan, pemahaman terhadap sejarah bangsa merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter generasi penerus yang memiliki semangat juang, jiwa patriotisme, dan rasa cinta tanah air.
“Anak-anak harus mengetahui bagaimana proses panjang bangsa ini mencapai kemerdekaan. Dengan mengenal sejarah perjuangan para pahlawan sejak dini, diharapkan tumbuh semangat juang, nasionalisme, dan rasa bangga menjadi bangsa Indonesia,” katanya.
Usai kegiatan bersama anak-anak, rangkaian peringatan Bulan Bung Karno dilanjutkan dengan penebaran 10.000 ekor benih ikan mas di embung Pekon Pura Mekar. Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat, aparatur pekon, dan jajaran pemerintah daerah.
Parosil menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pengamalan ajaran Trisakti Bung Karno, khususnya prinsip berdikari dalam bidang ekonomi dan pangan.
“Menghormati Bung Karno bukan hanya melalui upacara atau seremonial semata. Gotong royong dan kerja nyata yang memberi manfaat kepada masyarakat adalah salah satu cara mengamalkan ajaran beliau,” tegasnya.
Menurut Parosil, penebaran benih ikan bukan hanya bertujuan meningkatkan ketersediaan sumber pangan masyarakat, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan warga di masa mendatang.
Ia berharap keberadaan embung yang dimanfaatkan sebagai lokasi budidaya ikan dapat mendukung program swasembada pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Semoga benih ikan yang ditebar hari ini dapat berkembang dengan baik, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, meningkatkan stok ikan, serta mendukung program ketahanan pangan di Lampung Barat,” ujarnya.
Parosil menilai Bulan Bung Karno harus dimaknai sebagai momentum menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan, gotong royong, nasionalisme, dan kemandirian yang diwariskan oleh Proklamator Republik Indonesia tersebut.
“Melalui pendidikan sejarah kepada anak-anak dan upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat, kita ingin memastikan bahwa ajaran Bung Karno tidak hanya dikenang, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
Peringatan Bulan Bung Karno di Pekon Pura Mekar menjadi simbol kolaborasi antara pendidikan karakter dan pembangunan ekonomi kerakyatan. Dari coretan warna anak-anak PAUD hingga riak air embung yang ditebari ribuan benih ikan, semangat perjuangan Bung Karno terus ditanamkan dan dihidupkan untuk masa depan Lampung Barat yang lebih maju dan mandiri. (*)

