Mantan Bupati Tuba Winarti Resmi Pimpin DPD PDI Perjuangan Lampung 2025–2030, Tegaskan Pentingnya Kekompakan Kader


Bandar Lampung – Mantan Bupati Tulang Bawang, Winarti, resmi dilantik sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Provinsi Lampung untuk periode 2025–2030 dalam Konferensi Daerah (Konferda) IV PDI Perjuangan Lampung, di Hotel Santika Premiere, Sabtu, (6/12/2025). Penetapan tersebut disampaikan oleh Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPP PDI Perjuangan, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, berdasarkan SK DPP PDI Perjuangan.


Proses penetapan dilakukan melalui tahapan psikotes, evaluasi calon ketua, hingga rapat pleno. Selain menetapkan Winarti, DPP juga mengesahkan Palgunadi sebagai sekretaris dan Kostiana sebagai bendahara DPD PDI Perjuangan Lampung.


Setelah pelantikan, Winarti menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan DPP PDIP. Ia menegaskan bahwa tugas sebagai ketua adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan kekompakan seluruh struktur partai.


“Ini tugas yang berat, dan semua harus kompak. Apapun keputusan yang ditetapkan adalah simbol kesolidan partai,” ujarnya dalam konferensi pers. Winarti juga menegaskan bahwa dirinya bersama Palgunadi dan Kostiana akan bekerja berdasarkan prinsip gotong royong, termasuk memastikan terpenuhinya kuota 30 persen keterwakilan perempuan di struktur pengurus.


I Gusti Ayu Bintang Darmawati menekankan bahwa proses penunjukan Winarti telah dilakukan melalui mekanisme resmi dan lengkap, mulai dari fit and proper test hingga keputusan pleno DPP.


“Semua tahapan dilakukan sesuai mekanisme dan disepakati bersama. Ini penugasan dari Ketua Umum kepada Winarti, dan mekanisme ini berlaku untuk semua provinsi serta kabupaten/kota,” jelasnya.


Ia juga menyampaikan pesan khusus dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang meminta para pengurus baru menjaga kesolidan, marwah, dan kehormatan partai serta memastikan PDI Perjuangan terus berpihak pada rakyat. Konferda kali ini disebut menjadi momentum konsolidasi partai menghadapi agenda politik mendatang, dengan harapan kepengurusan baru dapat memperkuat soliditas kader hingga tingkat akar rumput.


“Formatur sudah memenuhi kapasitas 30 persen perempuan. Kami berharap kerja-kerja ke depan juga memberi ruang pemberdayaan bagi perempuan,” tambahnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *