Bandar Lampung — Menanggapi keputusan pemerintah mengenai penganugerahan gelar pahlawan nasional, Sekretaris DPD partai di Lampung, Sutono, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menghargai dan menghormati keputusan negara tersebut.
Sutono menyatakan bahwa penghargaan gelar pahlawan nasional bukan sekadar simbol, tetapi bagian dari pengakuan negara terhadap tokoh‑tokoh yang memiliki jasa untuk bangsa dan negara. Ia mengingatkan bahwa publik perlu melihat keputusan ini dengan sikap dewasa, tidak terjebak konflik sejarah maupun polarisasi.
“Kita diharapkan mampu menghormati keputusan negara, melihatnya sebagai langkah untuk memperkuat persatuan, bukan justru menimbulkan perpecahan,” ujarnya.
Menurut Sutono, generasi muda khususnya di Lampung hendaknya memanfaatkan momentum ini sebagai inspirasi untuk melanjutkan perjuangan bangsa dalam bentuk yang lebih relevan di era sekarang: pengabdian, keadilan sosial, kemanusiaan dan nasionalisme. Ia menegaskan bahwa gelar tersebut sebaiknya menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa kemerdekaan dan cita‑cita bangsa harus dijaga terus‑menerus.
Sutono juga mengakui bahwa dalam proses pelaksanaan penghargaan ini terdapat pro dan kontra di masyarakat. Namun ia mengajak agar dialog dan sikap saling menghormati menjadi jalan utama, daripada perdebatan yang memecah belah.
Dengan demikian, penekanan Sutono adalah pada sikap “hormati dan lanjutkan” — menghormati jasa para tokoh yang dianugerahi gelar, dan melanjutkan makna kepahlawanan itu dalam tindakan nyata sehari‑hari sebagai warga negara.

