Politisi PDI Perjuangan Aribun Sayunis Dorong Ketahanan Pangan Lewat Alih Fungsi Lahan Tambak di Lampung


Lampung – Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mulai diimplementasikan secara nyata di Provinsi Lampung. Salah satu langkah konkret datang dari politisi PDI Perjuangan, H. Aribun Sayunis, S.Sos., MM., yang meninjau langsung proses alih fungsi lahan tambak menjadi persawahan produktif di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (30/5/2025).


Sebagai Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Aribun menegaskan bahwa transformasi lahan tidur menjadi lahan pertanian merupakan bagian dari kontribusinya dalam mewujudkan swasembada pangan di daerah.


“Lahan tambak udang dan bandeng yang terbengkalai selama tiga hingga lima tahun ini, kini mulai kita ubah menjadi sawah yang produktif. Di Bandar Agung, misalnya, sudah mulai panen dan hasilnya menggembirakan,” ujar Aribun saat kunjungan lapangan.


Ia menjelaskan, alih fungsi ini telah sukses diterapkan di beberapa wilayah, seperti di Berundung, Kecamatan Ketapang, seluas 80 hektare dan di Desa Bandar Agung seluas 30 hektare. Bahkan, menurutnya, lahan yang sudah dua kali panen mampu menghasilkan tujuh ton gabah per hektare.


Langkah ini, kata Aribun, sejalan dengan arah kebijakan pembangunan pangan dalam program Astacita Presiden Prabowo yang mencakup swasembada, hilirisasi, dan ketahanan pangan nasional.


“Kita ingin membuktikan bahwa Lampung mampu mendukung program nasional. Tapi tentunya butuh dukungan alat pertanian, infrastruktur, dan sistem pengairan yang memadai agar lahan yang kita buka ini benar-benar bisa menjadi sumber penghidupan petani,” tambahnya.


Aribun juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah dalam pembangunan irigasi yang berkelanjutan. Ia mendorong percepatan pembangunan bendungan dan infrastruktur air untuk mengatasi ancaman air payau yang bisa merusak lahan pertanian.


“Kita usulkan kepada Balai Besar agar dibangun bendungan besar di bawah Patung Udang yang mampu mengairi dua kecamatan, Sragi dan Ketapang, dengan luas lahan sekitar 12 ribu hektare. Ini penting demi masa depan pertanian kita,” pungkasnya.


Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Aribun Sayunis berharap transformasi lahan ini menjadi model bagi daerah lain dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. (*)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *