Categories: BeritaDaerahNasional

Dianggap Lamban Dalam Pencegahan PMK, Ketua Komisi IV DPR RI Cecar Kementan

<&excl;--CusAds0-->&NewLine;<h5 class&equals;"wp-block-heading"><br><strong>Jakarta – Ketua Komisi IV DPR RI Sudin mempertanyakan kinerja Kementerian Pertanian &lpar;Kementan&rpar;<&sol;strong> dalam penanganan wabah penyakit kuku dan mulut &lpar;PMK&rpar; yang kasusnya sudah menyebar di 19 provinsi di seluruh Indonesia&period;<&sol;h5>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Komisi IV DPR melihat penanganan PMK yang dilakukan Kementerian Pertanian kurang maksimal&comma; lambat dalam melakukan pencegahan&comma;” kata Suddin dalam Rapat Kerja &lpar;Raker&rpar; Komisi IV DPR bersama pejabat Eselon I dan II Kementerian Pertanian di Kompleks Parlemen&comma; Jakarta&comma; Senin &lpar;27&sol;6&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br><span style&equals;"background-color&colon; var&lpar;--ast-global-color-4&rpar;&semi;color&colon; var&lpar;--ast-global-color-3&rpar;&semi;font-size&colon; 1rem">Dia menilai kasus PMK terkait erat dengan aktivitas perdagangan hewan antar-wilayah sehingga penguatan fungsi karantina hewan perlu ditingkatkan&period;<&sol;span><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Menurut dia&comma; berdasarkan hasil pengawasan Komisi IV DPR di berbagai daerah&comma; fungsi yang dijalankan Badan Karantina masih sangat lemah dalam melakukan pencegahan penularan PMK&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Sudin menceritakan ketika Komisi IV DPR melakukan kunjungan kerja &lpar;Kunker&rpar; ke Jawa Timur&comma; diperoleh fakta bahwa fungsi kontrol Badan Karantina dalam mencegah penyebaran PMK sangat tidak memadai&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br><span style&equals;"background-color&colon; var&lpar;--ast-global-color-4&rpar;&semi;color&colon; var&lpar;--ast-global-color-3&rpar;&semi;font-size&colon; 1rem">&OpenCurlyDoubleQuote;Bagaimana mungkin di pintu masuk hanya ditempatkan dua petugas karantina dan dua handsfrayer untuk menyemprot mobil pengangkut sapi&period; Saya bilang&comma; kalau tidak ada dana&comma; saya siap membiayai untuk penyemprotan mobil pengangkut ternak tersebut&comma;” ujarnya&period;<&sol;span><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Dia menegaskan bahwa dalam mengatasi PMK maka langkah penting yang harus dilakukan Kementan adalah langkah pencegahan namun kinerja kementerian tersebut terkesan tidak serius terutama Badan Karantina yang tidak maksimal dalam menjalankan tugasnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Selain itu&comma; Sudin mempertanyakan data Kementan terkait ternak yang tertular PMK di seluruh Indonesia karena ditemukan ketidakcocokan dengan kondisi di lapangan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Data yang tersimpan dari Kementan tidak sesuai dengan laporan dan pengaduan para peternak di daerah-daerah yang disampaikan secara langsung kepada Komisi IV DPR&comma;” katanya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Hal itu dikatakan Sudin terkait data Kementan pertanggal 22 Juni 2022 bahwa populasi ternak sapi dan kerbau yang sakit karena PMK jumlahnya meningkat dari 13&period;965 ekor menjadi 221 ribu ekor dan ternak mati sebanyak 1&period;256 ekor&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Dia tidak yakin dengan data yang disampaikan Kementan tersebut karena tidak akurat dengan data di lapangan terutama terkait data ternak yang tertular dan mati akibat PMK&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Sudin menjelaskan&comma; Komisi IV DPR menerima pengajuan kebutuhan anggaran tahun 2022 sebesar Rp4&comma;4 triliun untuk penanganan PMK&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Dia mengaku tidak setuju dengan anggaran tersebut apabila Kementan tidak menjelaskan secara rinci karena Komisi IV DPR memiliki tanggung jawab kepada rakyat Indonesia&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Komisi IV DPR mendukung anggaran tersebut kalau perencanaannya cermat dan terukur&comma; serta digunakan untuk vaksin&comma; obat-obatan&comma; disinfektan&comma; dan penggantian sapi&comma;” ujarnya&period;<&sol;p><&excl;--CusAds0-->&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Komisi IV DPR melihat penanganan PMK yang dilakukan Kementerian Pertanian kurang maksimal&comma; lambat dalam melakukan pencegahan&comma;” kata Suddin dalam Rapat Kerja &lpar;Raker&rpar; Komisi IV DPR bersama pejabat Eselon I dan II Kementerian Pertanian di Kompleks Parlemen&comma; Jakarta&comma; Senin &lpar;27&sol;6&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Dia menilai kasus PMK terkait erat dengan aktivitas perdagangan hewan antar-wilayah sehingga penguatan fungsi karantina hewan perlu ditingkatkan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Menurut dia&comma; berdasarkan hasil pengawasan Komisi IV DPR di berbagai daerah&comma; fungsi yang dijalankan Badan Karantina masih sangat lemah dalam melakukan pencegahan penularan PMK&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Sudin menceritakan ketika Komisi IV DPR melakukan kunjungan kerja &lpar;Kunker&rpar; ke Jawa Timur&comma; diperoleh fakta bahwa fungsi kontrol Badan Karantina dalam mencegah penyebaran PMK sangat tidak memadai&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Bagaimana mungkin di pintu masuk hanya ditempatkan dua petugas karantina dan dua handsfrayer untuk menyemprot mobil pengangkut sapi&period; Saya bilang&comma; kalau tidak ada dana&comma; saya siap membiayai untuk penyemprotan mobil pengangkut ternak tersebut&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Dia menegaskan bahwa dalam mengatasi PMK maka langkah penting yang harus dilakukan Kementan adalah langkah pencegahan namun kinerja kementerian tersebut terkesan tidak serius terutama Badan Karantina yang tidak maksimal dalam menjalankan tugasnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Selain itu&comma; Sudin mempertanyakan data Kementan terkait ternak yang tertular PMK di seluruh Indonesia karena ditemukan ketidakcocokan dengan kondisi di lapangan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Data yang tersimpan dari Kementan tidak sesuai dengan laporan dan pengaduan para peternak di daerah-daerah yang disampaikan secara langsung kepada Komisi IV DPR&comma;” katanya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Hal itu dikatakan Sudin terkait data Kementan pertanggal 22 Juni 2022 bahwa populasi ternak sapi dan kerbau yang sakit karena PMK jumlahnya meningkat dari 13&period;965 ekor menjadi 221 ribu ekor dan ternak mati sebanyak 1&period;256 ekor&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Dia tidak yakin dengan data yang disampaikan Kementan tersebut karena tidak akurat dengan data di lapangan terutama terkait data ternak yang tertular dan mati akibat PMK&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Sudin menjelaskan&comma; Komisi IV DPR menerima pengajuan kebutuhan anggaran tahun 2022 sebesar Rp4&comma;4 triliun untuk penanganan PMK&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Dia mengaku tidak setuju dengan anggaran tersebut apabila Kementan tidak menjelaskan secara rinci karena Komisi IV DPR memiliki tanggung jawab kepada rakyat Indonesia&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Komisi IV DPR mendukung anggaran tersebut kalau perencanaannya cermat dan terukur&comma; serta digunakan untuk vaksin&comma; obat-obatan&comma; disinfektan&comma; dan penggantian sapi&comma;” ujarnya&period; <strong>&lpar;&ast;&rpar;<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Tonton Video PDI Perjuangan Lampung &colon; <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;www&period;youtube&period;com&sol;watch&quest;v&equals;r2ZLwfSVHHk">Festival Bakar Ikan Nusantara PDI Perjuangan Lampung<&sol;a><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<figure class&equals;"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class&equals;"wp-block-embed&lowbar;&lowbar;wrapper">&NewLine;<amp-youtube data-videoid&equals;"r2ZLwfSVHHk" layout&equals;"responsive" width&equals;"1000" height&equals;"563"><&sol;amp-youtube>&NewLine;<&sol;div><&sol;figure>&NewLine;<&excl;--CusAds0-->&NewLine;<div style&equals;"font-size&colon; 0px&semi; height&colon; 0px&semi; line-height&colon; 0px&semi; margin&colon; 0&semi; padding&colon; 0&semi; clear&colon; both&semi;"><&sol;div>

Ragilia Nofantina

Lahir pada 24 November 1997, di Jagabaya Bandar Lampung. Senang mengikuti organisasi yang bersosialiasi dengan banyak orang. Lulusan sarjana ekonomi namun sedang menjalani dan menekuni dunia jurnalistik.

Recent Posts

Andy Roby Sosialisasikan Perda UMKM di Pesawaran, Dorong Kemandirian Masyarakat

Pesawaran — Anggota DPRD Provinsi Lampung, Andy Roby, menggelar kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor…

4 hari ago

Semangat Kartini Tak Boleh Sekadar Seremonial, Ini Pesan Kostiana untuk Perempuan Lampung

Peringatan Hari Kartini 2026 harus dimaknai bukan sebagai agenda seremonial tahunan semata. Momentum ini harus…

4 hari ago

DPD PDI Perjuangan Lampung Angkat UMKM Olahan Ubi Jalar DPC Metro di Momentum Hari Kartini

Bandar Lampung - DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung memperingati Hari Kartini 2026 dengan melibatkan pelaku…

5 hari ago

Banteng Lampung Angkat Semangat Fatmawati Lewat Balutan Kerudung di Hari Kartini

Bandar Lampung - DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung memperingati Hari Kartini, di Kantor DPD Partai,…

5 hari ago

Semangat Kartini, Ketua Banteng Lampung Winarti Perkuat Ketahanan Pangan dengan Tanam Tanaman Pendamping Beras

Lampung Selatan - DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung mewarnai momentum Hari Kartini dengan cara istimewa.…

5 hari ago

Refleksi 71 Tahun KAA: Hasto Tekankan Pentingnya Geopolitik Ala Bung Karno

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak seluruh komponen bangsa untuk melakukan rediscovery of…

6 hari ago