Categories: Daerah

30 Tahun Kudatuli : Menolak Lupa, Merawat Demokrasi

<&excl;--CusAds0-->&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><br>Lampung &&num;8211&semi; Peristiwa berdarah penyerangan kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro&comma; Jakarta Pusat&comma; terjadi pada 27 Juli 1996&period; Kejadian 30 tahun lalu itu dikenal dengan Kudatuli&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><br>Presiden ke-5 Republik Indonesia yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan &lpar;PDIP&rpar;&comma; Megawati Soekarnoputri masih ingat betul insiden yang mengakibatkan lima orang tewas&comma; 149 luka-luka&comma; dan 23 orang hilang&period; Megawati menyebut peristiwa Kudatuli sebagai simbol ketidakadilan dan tidak boleh lagi terulang&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><br>Dalam rangkaian memperingati tiga dekade peristiwa Kudatuli&comma; PDIP membuka Pameran Sejarah dan Arsip Foto &OpenCurlyDoubleQuote;Meretas Jalan Demokrasi” di Ruang Museum Koleksi&comma; Taman Ismail Marzuki &lpar;TIM&rpar;&comma; Jakarta&comma; pada 21-28 Juli 2026&period; Pameran yang dibuka untuk umum ini memperlihatkan dokumentasi perjalanan demokrasi Indonesia hingga peristiwa Kudatuli&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><br>Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan Olly Dondokambey mengatakan pameran tersebut bertujuan mengingatkan kembali perjalanan reformasi sekaligus membantu masyarakat memahami konteks dan makna peristiwa Kudatuli&period; Pameran ini menjadi ruang refleksi atas lahirnya gerakan reformasi sebagai respons terhadap praktik kekuasaan yang sangat otoriter&comma; hingga memicu berbagai bentuk perlawanan masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<figure class&equals;"wp-block-image"><a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;statik&period;tempo&period;co&sol;data&sol;2026&sol;07&sol;27&sol;id&lowbar;1484094&sol;1484094&lowbar;720&period;jpg" target&equals;"&lowbar;blank" rel&equals;"noreferrer noopener"><img src&equals;"https&colon;&sol;&sol;statik&period;tempo&period;co&sol;data&sol;2026&sol;07&sol;27&sol;id&lowbar;1484094&sol;1484094&lowbar;720&period;jpg" alt&equals;"https&colon;&sol;&sol;statik&period;tempo&period;co&sol;data&sol;2026&sol;07&sol;27&sol;id&lowbar;1484094&sol;1484094&lowbar;720&period;jpg"&sol;><&sol;a><&sol;figure>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><br>Presiden ke-5 Republik Indonesia yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan &lpar;PDIP&rpar;&comma; Megawati Soekarnoputri terdiam memperhatikan satu persatu foto yang tertata rapi di Ruang Museum Koleksi Taman Ismail Marzuki &lpar;TIM&rpar;&comma; Jakarta&comma; pada Selasa&comma; 21 Juli 2026&period; Foto-foto itu menggambarkan bagaimana peristiwa berdarah dan penyerangan kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro&comma; Jakarta&comma; pada 27 Juli 1996 silam atau dikenal dengan peristiwa Kudatuli&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><br>Putri Proklamator Bung Karno ini masih ingat betul momentum kelam di era Orde Baru kala itu&period; &&num;8220&semi;Saya sendiri sampai hari ini tidak mengerti&period; Meskipun dalam batin saya mengerti&comma;&&num;8221&semi; kata Megawati&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><br>Tragedi Kudatuli dipicu oleh perebutan kekuasaan Partai Demokrasi Indonesia &lpar;PDI&rpar; antara kubu Megawati Soekarnoputri dan kubu Soerjadi yang didukung oleh pemerintah Orde Baru&period; Saat itu&comma; kantor PDI yang diisi oleh massa pendukung Megawati diserbu dan dirusak oleh kelompok kubu Soerjadi&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><br>Megawati masih mempertanyakan penyerangan kantor DPP PDI yang saat itu dipimpinnya&period; Padahal&comma; dia melanjutkan&comma; lokasi kantor itu sah dan diakui negara&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Tempatnya saja sah&period; Itu diberikan oleh negara&period; Saya didukung juga sah&period; Tapi kenapa karena saya yang menang lalu kok saya dibeginikan&quest; Dan serangnya itu juga bukan dari luar&comma; dari aparat kita&comma;” ujar Megawati seraya mengenang insiden tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><br>Seusai penyerangan itu&comma; Megawati tak luput dari tekanan&comma; bahkan tiga kali dipanggil untuk diperiksa aparat keamanan&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Saya bukan provokator&period; Saya bertanggung jawab kepada negeri ini&comma;” kata dia&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><br>Megawati menegaskan&comma; peristiwa Kudatuli bukan sekadar catatan sejarah masa lalu&comma; melainkan sebuah simbol perjuangan melawan ketidakadilan yang harus terus diingat oleh generasi muda&period; Dia mengatakan&comma; esensi utama dari peristiwa Kudatuli adalah manifestasi dari ketidakadilan struktural yang terjadi pada masa itu&period; &&num;8220&semi;Kudatuli adalah simbol ketidakadilan&comma;&&num;8221&semi; ucap Megawati&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><br>Karena itu&comma; Megawati mengajak generasi muda agar memiliki arah tujuan hidup yang jelas demi masa depan bangsa&comma; serta senantiasa memelihara harga diri sebagai bangsa Indonesia yang kaya akan tradisi budaya&period; &&num;8220&semi;Masukkan ke dalam hati sanubari bahwa saya adalah orang Indonesia dan saya punya harga diri untuk menjadi orang Indonesia&period;&&num;8221&semi;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><br>Megawati lantas menuliskan pesan panjang di dinding berwarna hitam di salah satu sudut ruang pameran&period; &&num;8220&semi;Anak Muda Indonesia&comma; INGAT&excl;&excl; Keyakinan&comma; Keteguhan&comma; Keberanian&comma; Kesabaran HARUS selalu ada dalam sanubarimu&period; 4 INI jadi 1 yang disebut&colon; KEBENARAN PASTI MENANG &lpar;Satyam Eva Jayate&rpar;&&num;8221&semi;&period;<&sol;p><&excl;--CusAds0-->&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><br>Goresan pesan Megawati Soekarnoputri pada dinding hitam itu menjadi salah satu daya tarik utama Pameran Sejarah dan Arsip Foto &OpenCurlyDoubleQuote;Meretas Jalan Demokrasi&&num;8221&semi;&comma; yang digelar PDI Perjuangan untuk memperingati 30 tahun Peristiwa Kudatuli sekaligus merawat ingatan kolektif atas perjalanan demokrasi Indonesia&period; Pameran yang dibuka untuk umum ini berlangsung di Taman Ismail Marzuki &lpar;TIM&rpar;&comma; Jakarta&comma; pada 21-28 Juli 2026&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><br>Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat &lpar;DPP&rpar; PDI Perjuangan&comma; Olly Dondokambey mengatakan&comma; pameran tersebut untuk mengingat kembali bagaimana reformasi berjalan serta membantu masyarakat memahami konteks dan makna peristiwa Kudatuli&period; &&num;8220&semi;Reformasi ini berjalan dari kekuasaan yang sangat otoriter&comma; sehingga terjadi perlawanan&comma;&&num;8221&semi; kata Olly&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><br>Tak hanya melalui pameran foto dan sejarah&comma; Olly melanjutkan&comma; PDIP juga akan memasang monumen Kudatuli sebagai pengingat peristiwa tersebut&comma; pada 27 Juli 2026&period; &&num;8220&semi;Puncak peringatan 27 Juli di kantor DPP PDIP akan dilakukan tabur bunga dan pemasangan monumen&period; Kami juga menghadirkan para korban dalam peristiwa ini&comma;&&num;8221&semi; ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<figure class&equals;"wp-block-image"><a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;statik&period;tempo&period;co&sol;data&sol;2026&sol;07&sol;27&sol;id&lowbar;1484095&sol;1484095&lowbar;720&period;jpg" target&equals;"&lowbar;blank" rel&equals;"noreferrer noopener"><img src&equals;"https&colon;&sol;&sol;statik&period;tempo&period;co&sol;data&sol;2026&sol;07&sol;27&sol;id&lowbar;1484095&sol;1484095&lowbar;720&period;jpg" alt&equals;"https&colon;&sol;&sol;statik&period;tempo&period;co&sol;data&sol;2026&sol;07&sol;27&sol;id&lowbar;1484095&sol;1484095&lowbar;720&period;jpg"&sol;><&sol;a><&sol;figure>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><br>Dalam diskusi &OpenCurlyDoubleQuote;30 Tahun Kudatuli Dalam Catatan Wartawan&colon; Refleksi Perjuangan Wartawan&comma; Merekam Kebenaran&comma; dan Menjaga Independensi”&comma; pemikir kebhinekaan Sukidi Mulyadi mengatakan&comma; Kudatuli memberikan pelajaran penting untuk mengenali sistem otoritarianisme bekerja dan bagaimana masyarakat sipil harus meresponsnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><br>Dia mengutip sastrawan dunia Mark Twain&comma; yang menyebut bahwa sejarah mungkin tidak pernah berulang secara persis&comma; namun polanya seringkali memiliki irama yang senada &lpar;<em>rhyme<&sol;em>&rpar;&period; &&num;8220&semi;Sejarah bisa mengakrabkan kita&comma; tetapi sekaligus memberikan pelajaran dan peringatan&comma;&&num;8221&semi; ujar Sukidi&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><br>Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia &lpar;AMSI&rpar;&comma; Wahyu Dhyatmika mengatakan&comma; tindakan represi tahun 1996 masih terjadi pada 2026&comma; namun dengan pola yang berbeda&period; Menurut Wahyu&comma; pada masa Orde Baru&comma; pelaku represi terhadap media terlihat jelas&period; Kini&comma; tekanan lebih sering muncul dalam bentuk serangan Distributed Denial of Service &lpar;DDoS&rpar;&comma; <em>doxing<&sol;em>&comma; maupun tekanan terhadap ruang redaksi&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><br>Mantan jurnalis harian Bernas&comma; Willy Pramudya menceritakan bagaimana peristiwa Kudatuli menjadi salah satu puncak ketegangan politik nasional&period; Willy mengatakan&comma; di tengah ketatnya tekanan rezim&comma; media kerap melakukan pelapisan sensor mandiri &lpar;<em>self-censorship<&sol;em>&rpar; karena besarnya risiko keamanan&period; Salah satunya adalah pemaksaan penggunaan nama Megawati Taufiq Kiemas&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><br>&&num;8220&semi;Kami tidak boleh&comma; misalnya&comma; menggunakan nama Megawati Soekarnoputri&comma;” kata Willy&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Kami dikumpulkan di sebuah hotel di sekitar Tanah Abang&comma; supaya menuliskan nama Megawati Taufiq Kiemas&period;”<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><br>Jurnalis senior Widiarsi Agustina mengungkap ketatnya kontrol pemerintah terhadap media pada era Orde Baru&period; Menurut dia&comma; pengawasan tidak hanya menyasar isi pemberitaan&comma; tetapi juga pilihan kata&comma; proses penyuntingan&comma; hingga aktivitas wartawan di lapangan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><br>Kendati demikian&comma; Widiarsi melanjutkan&comma; sejumlah wartawan tetap berusaha mempertahankan independensi dengan fokus pada fakta di lapangan&period; Strategi itu dipelajari dari editornya yang selalu menekankan pentingnya akurasi dan verifikasi&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><br>Widiarsi juga mengungkap&comma; wartawan kerap mengalami pembatasan saat meliput persidangan kasus Kudatuli&period; Sementara informasi mengenai jumlah korban dan perkembangan perkara lebih banyak dikendalikan melalui narasumber resmi&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><br>Meski bekerja di bawah tekanan&comma; Widiarsi mengaku pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting mengenai arti independensi pers&period; &&num;8220&semi;Yang paling penting adalah tetap memegang fakta&period; Tugas jurnalis menyampaikan apa yang terjadi&comma; bukan membangun narasi tertentu&period; Biarkan publik yang menilai sendiri&comma;&&num;8221&semi; ujarnya&period; &lpar;&ast;&rpar;<&sol;p>&NewLine;<&excl;--CusAds0-->&NewLine;<div style&equals;"font-size&colon; 0px&semi; height&colon; 0px&semi; line-height&colon; 0px&semi; margin&colon; 0&semi; padding&colon; 0&semi; clear&colon; both&semi;"><&sol;div>

pdi perjuangan lampung

Recent Posts

Ketua DPD Winarti Kembali Turun, PDI Perjuangan Lampung Perkuat Mitigasi

Lampung Selatan - DPD PDI Perjuangan Lampung memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak erupsi…

2 hari ago

Waspada Dampak Erupsi Anak Krakatau, PDI Perjuangan Lampung Turun Bagikan Masker Gratis

Bandar Lampung — DPD PDI Perjuangan Lampung membagikan masker gratis kepada para pengendara di Jalan…

1 minggu ago

Hadapi Abu Vulkanik dan Krisis Air Bersih, PDI Perjuangan Metro Turun Langsung Bantu Warga

METRO – Di tengah kondisi masyarakat yang menghadapi dampak sebaran abu vulkanik dan kemarau panjang,…

1 minggu ago

DPC PDI Perjuangan Pringsewu Bagikan Masker ke Pengendara Waspada Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau

Pringsewu – Sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau mendapat perhatian dari sejumlah…

1 minggu ago

Waspadai Abu Vulkanik GAK, PDI Perjuangan Pesawaran Turun Bagikan Masker Gratis di Gedong Tataan

Pesawaran — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pesawaran menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat dengan membagikan masker gratis…

1 minggu ago

Antisipasi Abu Vulkanik GAK, Kostiana Bersama Kader PDI Perjuangan Bagikan Masker di Panjang

Bandar Lampung – Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat ditunjukkan Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung yang juga…

1 minggu ago