Memperkuat Demokrasi Melalui Pendidikan Politik, Sebuah Renungan di Bulan Bung Karno, Oleh: Donald Harris Sihotang

<&excl;--CusAds0-->&NewLine;<figure class&equals;"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">&NewLine;<figure class&equals;"wp-block-image size-large"><img data-id&equals;"12378" src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pdiperjuanganlampung&period;id&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2024&sol;07&sol;DSC03644-1024x683&period;jpg" alt&equals;"" class&equals;"wp-image-12378"&sol;><figcaption class&equals;"wp-element-caption"><em><strong>Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital&comma; Donald Harris Sihotang<&sol;strong><&sol;em><&sol;figcaption><&sol;figure>&NewLine;<&sol;figure>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br><strong>Bandar Lampung &&num;8211&semi; Senin&comma; 1 Juni 2024&comma; lebih dari 200 peserta yang terdiri dari mahasiswa dari universitas negeri dan swasta serta pelajar SLTA<&sol;strong> di Bandar Lampung berkumpul di Kantor Sekretariat DPD PDI Perjuangan Lampung&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Acara yang diselenggarakan di Jalan Emir M&period; Nur&comma; Kelurahan Pengajaran&comma; Teluk Betung Utara&comma; Kota Bandar Lampung itu merupakan bagian dari peringatan Bulan Bung Karno dan dirancang untuk membangkitkan semangat politik serta kesadaran sejarah di kalangan pemuda&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Bulan Juni dinamai Bulan Bung Karno untuk menghormati Soekarno&comma; proklamator kemerdekaan Indonesia&period; Dikenal juga sebagai &&num;8216&semi;Putra Sang Fajar&&num;8217&semi;&comma; Soekarno lahir pada tanggal 6 Juni 1901&comma; simbolik dengan fajar yang baru&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Bulan ini dipilih karena memuat hari kelahirannya&comma; hari lahir Pancasila yang ia prakarsai&comma; dan hari wafatnya pada 21 Juni 1970&comma; menjadikannya periode penting untuk refleksi dan pendidikan politik&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Acara pembekalan politik ini dirancang tidak hanya untuk mengingat dan mempelajari tentang Bung Karno tetapi juga untuk membekali pemuda agar berpartisipasi secara aktif dan berinformasi dalam kehidupan politik&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Narasumber dari eksternal&comma; seperti Dr&period; Dedi Hermawan&comma; KH&period; Ishomudin&comma; M&period;Ag&comma; dan Dr&period; Hieronymus Soerjatisnanta&comma; serta dari internal PDI Perjuangan&comma; seperti Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Umar Ahmad&comma; dan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Lampung Sutono&comma; menyampaikan perspektif yang beragam tentang politik kontemporer dan sejarah Indonesia&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Diskusinya berlangsung hangat dan antusias&period; Para mahasiswa dan pelajar antusias menyampaikan pertanyaan kepada narasumber&period; Sesi dimulai dengan diskusi tentang pragmatisme yang kian meningkat dalam pemilihan umum Indonesia&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Pembicara dari eksternal partai&comma; seperti akademisi Dedi Hermawan dan Tisnanta&comma; menyoroti bagaimana pemilih&comma; khususnya generasi muda&comma; semakin berbasis hasil dalam membuat keputusan pemilihan&period; Faktor-faktor seperti kesejahteraan ekonomi&comma; akses ke informasi yang lebih baik melalui media sosial&comma; dan pengalaman langsung dengan kebijakan pemerintah mempengaruhi tren ini&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Para pembicara menekankan pentingnya mengatasi pandangan pragmatis semata-mata dengan pendidikan politik yang lebih mendalam&period; Mereka berpendapat bahwa pemuda harus diajarkan tidak hanya tentang hak dan tanggung jawab sebagai pemilih tetapi juga tentang cara menilai kebijakan secara kritis berdasarkan data dan fakta&comma; bukan hanya janji&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Untuk meningkatkan partisipasi dan menghindari pragmatisme dalam pemilu di kalangan anak-anak muda&comma; ada beberapa pendekatan khusus yang bisa dilakukan&colon;<br><br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<ol class&equals;"wp-block-list">&NewLine;<li>Edukasi Politik yang Relevan&colon; Menyediakan program pendidikan politik yang menarik dan relevan bagi anak-anak muda melalui kegiatan ekstrakurikuler&comma; seminar&comma; lokakarya&comma; dan diskusi yang melibatkan mereka secara aktif&period;<&sol;li>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<li>Penggunaan Media Sosial&colon; Memanfaatkan platform media sosial yang populer di kalangan anak muda untuk menyebarkan informasi politik yang akurat dan menarik&period; Kampanye digital yang kreatif dan interaktif dapat membantu meningkatkan kesadaran dan partisipasi politik mereka&period;<&sol;li>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<li>Peningkatan Partisipasi dalam Kegiatan Sosial dan Politik&colon; Mengajak anak-anak muda untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan politik di komunitas mereka&comma; seperti volunteerism&comma; organisasi kepemudaan&comma; atau gerakan sosial&comma; yang dapat membangun kesadaran akan pentingnya partisipasi aktif dalam proses politik&period;<&sol;li>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<li>Role Model dan Influencer&colon; Menggunakan peran tokoh muda yang berpengaruh sebagai role model atau influencer untuk menyebarkan pesan-pesan positif tentang pentingnya partisipasi politik dan pemilihan yang cerdas&period;<&sol;li>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<li>Kampanye Berbasis Isu&colon; Fokus pada isu-isu yang relevan dan dekat dengan kehidupan anak-anak muda&comma; seperti pendidikan&comma; lapangan kerja&comma; lingkungan&comma; dan teknologi&comma; yang akan membuat mereka lebih tertarik dan merasa bahwa suara mereka penting dalam menentukan masa depan&period;<&sol;li>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<li>Penggunaan Teknologi dan Inovasi&colon; Mendorong anak-anak muda untuk terlibat dalam inovasi teknologi yang dapat mendukung proses politik&comma; seperti aplikasi pemantauan pemilu&comma; platform diskusi online&comma; atau aplikasi edukasi politik&period;<&sol;li>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<li>Keterlibatan dalam Debat dan Diskusi Publik&colon; Mengadakan debat dan diskusi publik yang melibatkan anak-anak muda sebagai peserta aktif&comma; 8&period; yang bisa dilakukan di sekolah&comma; kampus&comma; atau melalui platform online&period;<&sol;li>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<li>Program Mentorship dan Kepemimpinan&colon; Mengembangkan program mentorship dan kepemimpinan yang membekali anak-anak muda dengan keterampilan dan pengetahuan politik&comma; menginspirasi mereka untuk terlibat lebih jauh dalam proses politik&period;<&sol;li>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<li>Kolaborasi dengan Komunitas dan Organisasi Kepemudaan&colon; Bekerja sama dengan komunitas dan organisasi kepemudaan untuk menyelenggarakan acara-acara yang mendidik dan menginspirasi anak-anak muda untuk berpartisipasi dalam pemilu&period;<&sol;li>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<li>Simplicity and Accessibility&colon; Membuat proses politik dan informasi pemilu lebih mudah diakses dan dipahami oleh anak-anak muda dengan membuat konten yang sederhana&comma; visual&comma; dan langsung ke poin penting&period;<&sol;li>&NewLine;<&sol;ol>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Dengan pendekatan-pendekatan ini&comma; diharapkan anak-anak muda dapat lebih terlibat dan menjadi pemilih yang cerdas serta kritis dalam pemilu&comma; sehingga mereka tidak hanya memilih berdasarkan pragmatisme semata&comma; tetapi juga berdasarkan pemahaman yang mendalam akan isu-isu yang penting bagi masa depan mereka&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Peran teknologi dan media sosial dalam politik kontemporer juga menjadi topik utama&period; Dengan generasi muda yang semakin terkoneksi&comma; pentingnya platform digital dalam kampanye politik dan sebagai alat edukasi tidak dapat diabaikan&period; Pembicara memberikan contoh bagaimana kampanye yang efektif menggunakan media sosial dan aplikasi mobile untuk menjangkau pemilih muda&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Para pembicara menggarisbawahi pentingnya kepemimpinan yang beretika dan berorientasi pada pelayanan publik&period; Dengan mengambil pelajaran dari kepemimpinan Bung Karno&comma; pemuda diharapkan tidak hanya menjadi pemilih yang pasif tetapi juga pemimpin dan pembuat perubahan yang aktif&period;<&sol;p><&excl;--CusAds0-->&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Bung Karno&comma; sejak muda sudah aktif dalam politik Indonesia&period; Saat usianya baru 14 tahun&comma; pada tahun 1915&comma; Soekarno tinggal di Surabaya bersama H&period;O&period;S&period; Tjokroaminoto&comma; di mana ia mulai mengenal dunia perjuangan dan terinspirasi untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia&period; Keberaniannya dalam berbicara dan pemikirannya yang progresif menjadikannya figur yang menonjol&period; Soekarno tak hanya berbicara&comma; tapi juga bertindak&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Ia menerbitkan surat kabar Jong Java dalam bahasa Melayu&comma; membuka jalan bagi penyebaran gagasannya ke masyarakat luas&period; Pada tahun 1926&comma; ia mendirikan Algemeene Studie Club &lpar;ASC&rpar;&comma; cikal bakal Partai Nasional Indonesia &lpar;PNI&rpar; yang didirikan setahun kemudian&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Anak-anak muda harus sadar bahwa politik bukan hanya tentang memenangkan pemilu&period; Politik adalah tentang mengadvokasi perubahan&comma; mengatasi ketidakadilan&comma; dan memperjuangkan hak-hak masyarakat&period; Anak-anak muda memiliki idealisme dan semangat yang tinggi untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik&period; Gunakan semangat itu untuk menginspirasi dan memimpin orang lain&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dalam menarik pemuda ke dalam dunia politik adalah menghilangkan stereotip bahwa politik itu kotor&period; Para pembicara menekankan perlunya reformasi institusional dan penegakan hukum yang kuat untuk menindak praktik-praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan&period; Dengan menampilkan kisah sukses dari politisi yang berintegritas dan kampanye yang beretika&comma; diharapkan pemuda dapat melihat bahwa politik juga dapat dijalankan dengan bersih dan penuh integritas&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Mendorong pemuda untuk terlibat dalam kepemimpinan lokal adalah salah satu cara efektif untuk membangun basis yang kuat untuk masa depan politik Indonesia&period; Pemimpin lokal yang memahami kebutuhan komunitas mereka dan yang memiliki rekam jejak yang baik dapat menginspirasi kepercayaan dan partisipasi dari pemuda di wilayah mereka&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Para narasumber juga menyoroti pentingnya program mentorship dan pelatihan yang berkelanjutan&period; Dengan bimbingan dari tokoh-tokoh politik yang berpengalaman&comma; pemuda dapat belajar bagaimana navigasi dalam dunia politik&comma; mengembangkan keterampilan yang diperlukan&comma; dan membangun jaringan yang bermanfaat untuk karier politik mereka di masa depan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Para peserta juga didorong untuk terlibat aktif dalam proses pembuatan kebijakan publik&period; Dengan berpartisipasi dalam forum-forum diskusi publik&comma; memberikan masukan kepada pejabat pemerintah&comma; dan mengawasi pelaksanaan kebijakan&comma; pemuda dapat memastikan bahwa suara mereka didengar dan kebutuhan mereka dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Para pemuda diingatkan bahwa politik tidak hanya terjadi di gedung-gedung pemerintahan tetapi juga di tingkat komunitas&period; Keterlibatan aktif dalam kegiatan komunitas&comma; seperti kerja sukarela dan proyek-proyek sosial&comma; dapat menjadi jalan masuk bagi pemuda untuk memahami lebih dalam tentang politik dan pemerintahan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Dengan semakin canggihnya teknologi&comma; penggunaan platform digital sangat penting untuk meningkatkan partisipasi politik&period; Aplikasi mobile&comma; media sosial&comma; dan situs web interaktif dapat digunakan untuk menyebarkan informasi&comma; mengumpulkan masukan dari masyarakat&comma; dan memantau kinerja pejabat terpilih&period; Teknologi ini juga memungkinkan kampanye yang lebih efisien dan tepat sasaran&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Salah satu pesan utama dari acara ini adalah pentingnya memotivasi pemuda untuk tidak takut terlibat dalam politik&period; Mereka didorong untuk tidak hanya memilih tetapi juga aktif berpartisipasi dalam berbagai aspek politik&comma; dari kampanye hingga advokasi kebijakan&period; Setiap tindakan&comma; sekecil apapun&comma; dapat membawa perubahan yang signifikan&period; Dengan semangat dan dedikasi&comma; pemuda Indonesia dapat menciptakan pemerintahan yang lebih baik dan masyarakat yang lebih sejahtera&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Pembekalan politik ini bukan hanya sebuah acara peringatan tetapi juga merupakan upaya nyata untuk membekali pemuda dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk terlibat dalam politik&period; Dengan memahami sejarah dan belajar dari tokoh-tokoh besar seperti Bung Karno&comma; serta dengan memanfaatkan teknologi dan pendidikan yang tepat&comma; pemuda Indonesia dapat menjadi agen perubahan yang efektif&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Kegiatan ini menandai langkah penting dalam perjalanan panjang menuju demokrasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan&comma; di mana suara pemuda tidak hanya didengar tetapi juga dihargai dan diimplementasikan&period; Dengan adanya program seperti ini&comma; harapan untuk masa depan politik Indonesia yang lebih cerah dan beretika semakin terbuka lebar&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Pemuda adalah masa depan bangsa&comma; dan dengan dukungan serta pembekalan yang tepat&comma; mereka siap untuk mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan dan membawa Indonesia menuju kemajuan yang lebih besar&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br><strong>Pilkada Serentak<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Pada 27 November 2024&comma; kita akan mengikuti pelaksanaan Pilkada serentak yang melibatkan 37 provinsi dan 508 kabupaten&sol;kota di seluruh Indonesia&period; Ini adalah kali kelima Pilkada serentak diselenggarakan dan pertama kalinya melibatkan seluruh provinsi&comma; kabupaten&comma; dan kota di Indonesia&period; Meski demikian&comma; beberapa daerah seperti Daerah Istimewa Yogyakarta &lpar;DIY&rpar; dan DKI Jakarta memiliki mekanisme khusus dalam penetapan kepala daerah&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Di DIY&comma; jabatan kepala daerah ditetapkan berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY&comma; yang menetapkan Gubernur dan Wakil Gubernur tanpa melalui pemilihan umum&period; Sementara di DKI Jakarta&comma; UU Nomor 29 Tahun 2007 menentukan bahwa jabatan Bupati atau Walikota diangkat oleh Gubernur atas pertimbangan DPRD dari unsur Aparatur Sipil Negara &lpar;ASN&rpar; yang memenuhi persyaratan&comma; meskipun pemilihan gubernur tetap dilakukan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Dalam menghadapi Pilkada serentak 2024&comma; sangat penting bagi masyarakat&comma; termasuk anak-anak muda&comma; untuk menjadi pemilih yang rasional dan tidak sekadar pragmatis&period; Dengan informasi yang tepat dan kritis&comma; mereka dapat memilih pemimpin yang benar-benar memiliki visi dan kemampuan untuk membawa perubahan positif bagi Provinsi Lampung dan bagi Indonesia&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Program pembekalan politik seperti ini menjadi sangat krusial dalam membentuk generasi muda yang berpendidikan politik&comma; beretika&comma; dan siap mengambil peran aktif dalam demokrasi Indonesia&period; Dengan dukungan dan pembekalan yang tepat&comma; masa depan politik Indonesia yang lebih cerah dan beretika semakin terbuka lebar&period;<&sol;p>&NewLine;<&excl;--CusAds0-->&NewLine;<div style&equals;"font-size&colon; 0px&semi; height&colon; 0px&semi; line-height&colon; 0px&semi; margin&colon; 0&semi; padding&colon; 0&semi; clear&colon; both&semi;"><&sol;div>

pdi perjuangan lampung

Recent Posts

Andy Roby Sosialisasikan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Pekon Sukamulya

Pringsewu – Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi PDI Perjuangan, Andy Roby, menggelar kegiatan Sosialisasi…

1 hari ago

Ramadan Penuh Berkah, DPD PDI Perjuangan Lampung Berbagi 200 Paket Takjil di Pringsewu

Pringsewu - Dalam rangka memeriahkan dan mengisi kegiatan di bulan suci Ramadan, Dewan Pimpinan Daerah…

3 hari ago

Ziarah ke Makam KH Ghalib Pringsewu, DPD PDI Perjuangan Lampung Kenang Perjuangan Ulama Pejuang

Pringsewu – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Lampung menggelar ziarah ke makam KH. Ghalib…

3 hari ago

DPD PDI Perjuangan Lampung Peringati Nuzulul Quran dengan Aksi Sosial dan Berbagi Takjil

Bandar Lampung – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Lampung memperingati Nuzulul Quran di…

5 hari ago

Ramadan Penuh Kepedulian, Banteng Lampung Bagikan Takjil untuk Ojek Online dan Warga di Tanjung Karang Timur

Bandar Lampung – Menjelang kegiatan buka puasa bersama di bulan suci Ramadan, Dewan Pimpinan Daerah…

5 hari ago

Banteng Lampung Bakal Gelar Buka Puasa dan Berbagi Takjil, Perkuat Silaturahmi di Bulan Ramadan

Bandar Lampung – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, DPD PDI Perjuangan Lampung…

6 hari ago