<!--CusAds0-->		<div data-elementor-type="wp-post" data-elementor-id="2065" class="elementor elementor-2065">
						<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-0bda093 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="0bda093" data-element_type="section" data-e-type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-5153e20" data-id="5153e20" data-element_type="column" data-e-type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
						<div class="elementor-element elementor-element-03ec82b elementor-widget elementor-widget-image" data-id="03ec82b" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="image.default">
															<img width="720" height="414" src="https://pdiperjuanganlampung.id/wp-content/uploads/2022/04/mega.jpg" class="attachment-medium_large size-medium_large wp-image-2067" alt="" srcset="https://pdiperjuanganlampung.id/wp-content/uploads/2022/04/mega.jpg 720w, https://pdiperjuanganlampung.id/wp-content/uploads/2022/04/mega-300x173.jpg 300w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" />															</div>
					</div>
		</div>
					</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-b7aa740 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="b7aa740" data-element_type="section" data-e-type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-ebf53a1" data-id="ebf53a1" data-element_type="column" data-e-type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
						<div class="elementor-element elementor-element-18ddd68 elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="18ddd68" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
									<p><b>Jakarta &#8211; Ketua </b>Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meminta setiap kader partai harus turun ke bawah membangun kepekaan terhadap persoalan rakyat. Hal itu disampaikan Megawati saat membuka Pelatihan Kader Nasional PDIP Angkatan II 2022 secara virtual, Senin, 21 Maret 2022.</p><!--CusAds0--><p><br></p>
<p></p>
<p>Megawati mengingatkan seluruh kader termasuk yang berhasil lolos ke legislatif dan eksekutif, harus terus bergerak bersama rakyat, menyelesaikan persoalan rakyat dan melakukan pergerakan membangun masa depan.</p><p><br></p>
<p></p>
<p>&#8220;Kader PDI Perjuangan harus meneruskan perjuangan Bung Karno. Cara berpikir beliau yang membumi, enggak neko-neko. Dengan spirit itu menyatu dengan rakyat,&#8221; ujar Megawati seperti dikutip dari keterangan yang disiarkan tim media PDIP, Senin, 21 Maret 2022.</p><p><br></p>
<p></p>
<p>Sebelumnya, Megawati justru dikritik karena dinilai tidak peka dengan masalah sosial masyarakat setelah mengomentari ramainya ibu-ibu yang mengantre minyak goreng. Mega mengaku heran dengan masyarakat yang berebut dan antre minyak goreng. Menurut dia, harusnya masyarakat bisa beralih menggunakan metode memasak yang lain jika harga minyak goreng melambung. Misalnya, memasak dengan cara direbus, dikukus, hingga dirujak.</p><p><br></p>
<p></p>
<p>&#8220;Saya tuh sampai ke ngelus dodo, bukan urusan masalah enggak ada atau mahalnya minyak goreng, saya itu sampai mikir, jadi tiap hari ibu-ibu itu apakah hanya menggoreng. Sampai begitu rebutannya,&#8221; kata Megawati dalam seminar daring tentang pencegahan stunting, pada Kamis, 17 Maret 2022.</p><p><br></p>
<p></p>
<p>Pakar politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin, menganggap Megawati tidak peka dengan masalah sosial masyarakat. Ujang mengatakan tidak semua hidangan dapat direbus seperti saran Megawati. Selain itu, saran Megawati dianggap tidak menyentuh akar permasalahan dari langka dan mahalnya komoditas minyak goreng.</p><p><br></p>
<p></p>
<p>&#8220;Pernyataan tersebut kurang peka dan tak solutif. Mestinya Megawati meminta Jokowi dan Puan, sebagai Presiden dan Ketua DPR untuk mengamankan pasokan minyak goreng, bukan meminta rakyat merebus makanan,&#8221; kata Ujang saat dihubungi Tempo, Sabtu, 19 Maret 2022.</p><p><br></p>
<p></p>
<p>Sumber: Nasionaltempo.co</p>								</div>
					</div>
		</div>
					</div>
		</section>
				</div>
		<!--CusAds0-->
<div style="font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;"></div>
Lampung Selatan – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Ketua Umum PDI Perjuangan,…
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menegaskan bahwa partainya mengambil posisi sebagai penyeimbang pemerintahan, bukan…
Bandar Lampung — Komisi V DPRD Provinsi Lampung menggelar evaluasi pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru…
Bandar Lampung - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Lampung secara resmi melepas kepulangan…
Bandar Lampung – Dalam rangka pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) tingkat kecamatan, Dewan Pimpinan Cabang…
Bandar Lampung - Menjelang pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di tingkat kecamatan, Dewan Pimpinan Daerah…