Bandar Lampung — Anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi PDI Perjuangan, Sri Ningsih, mengajak masyarakat untuk tidak memandang rendah orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan Sri Ningsih Djamsari saat melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Sukarame, Kecamatan Sukarame, Kamis (19/02/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Sri Ningsih menegaskan bahwa setiap individu memiliki latar belakang, perjuangan, serta potensi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, tidak sepantasnya seseorang merasa lebih tinggi atau lebih baik dari orang lain.
“Pada kegiatan hari ini, saya mengundang para pengemudi ojek online yang sering mangkal di sekitar rumah saya. Perlu diketahui, mereka memiliki latar belakang yang beragam, ada yang mahasiswa, pelajar, hingga orang tua yang berjuang demi pendidikan anak-anaknya,” ujar Sri Ningsih.
Ia menambahkan, masyarakat tidak pernah mengetahui proses perjuangan hidup seseorang. Karena itu, sikap saling menghormati harus terus dijaga demi memperkuat persatuan dan kebersamaan.
“Jangan pernah memandang rendah siapa pun. Kita tidak tahu bagaimana perjuangan hidup seseorang. Sikap saling menghormati akan memperkuat persatuan dan kebersamaan,” katanya.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung tersebut juga menekankan pentingnya menanamkan nilai gotong royong, empati, dan kepedulian sosial, terutama di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks.
Menurutnya, rasa saling menghargai merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai kebangsaan yang harus dijaga bersama.
“Saya berharap melalui sosialisasi PIP-WK ini, masyarakat dapat membangun budaya saling mendukung dan menguatkan sehingga tercipta lingkungan yang harmonis, inklusif, serta penuh rasa persaudaraan,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir dua narasumber, yakni Palgunadi, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung, serta Hambali Sanusi, mantan anggota DPRD Kota Bandar Lampung.
Kedua narasumber memaparkan pentingnya fungsi Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menegaskan bahwa nilai-nilai kebangsaan harus terus diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat. (*)

