<!--CusAds0-->
<div style="height:30px" aria-hidden="true" class="wp-block-spacer"></div>



<p>Bandar Lampung – Kaukus Perempuan Parlemen Provinsi Lampung menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam mengawal implementasi undang-undang nomor 12 Tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual.</p>



<div style="height:30px" aria-hidden="true" class="wp-block-spacer"></div>



<p>Kegiatan FGD dibuka oleh Asisten 1 Pemerintah Provinsi Lampung, Qudrotul Ichwan, yang juga calon PJ Bupati Tulang Bawang, di Ballroom Horison Hotel Bandar Lampung, Sabtu (17/12/2022).</p>



<div style="height:30px" aria-hidden="true" class="wp-block-spacer"></div>



<p>Hadir dalam kegiatan tersebut Dinas PPA mewakili Kepala Dinas, Amsir, Biro Hukum, Amsir, Kesbangpol serta akademisi perguruan tinggi swasta dan Mahasiswa. Tutur Hadir juga Hendy Mulyaningsih dari Fisip Unila, Sely Fitriani, Direktur Lada Damar, serta dari Polda Lampung.</p>



<div style="height:30px" aria-hidden="true" class="wp-block-spacer"></div>



<p>Dalam kegiatan tersebut, Aprilliati yang merupakan Ketua Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia menyampaikan bagaimana pemerintah serta stakeholder dan juga masyarakat dalam mencegah atau bertindak terhadap kasus perempuan dan anak.</p>



<div style="height:30px" aria-hidden="true" class="wp-block-spacer"></div>



<p>“Kegiatan ini juga dalam rangka memperingati hari ibu, menjadi salah satu refleksi akhir tahun, dan juga sosialisasi peraturan daerah DPRD provinsi Lampung nomor 2 tahun 2021,” ujar Ketua KPPRI itu.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img src="https://pdiperjuanganlampung.id/wp-content/uploads/2022/12/IMG-20221217-WA0076-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-7090" /></figure>



<div style="height:30px" aria-hidden="true" class="wp-block-spacer"></div>



<p>Kegiatan yang dilakukan bersama mahasiswa-mahasiswi dari berbagai perwakilan seluruh kampus yang ada di provinsi Lampung.<br />Aprilliati prihatin tingginya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di provinsi Lampung.</p>



<div style="height:30px" aria-hidden="true" class="wp-block-spacer"></div>



<p>“Bahkan yang lebih menyedihkan ada sekitar 665 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak yang terjadi di provinsi Lampung periode Oktober 2022,” tambahnya.</p><!--CusAds0-->



<div style="height:30px" aria-hidden="true" class="wp-block-spacer"></div>



<p>“Harapan kami bahwa semangat dalam pengesahan UU tindak pidana kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak ini jangan hanya berhenti di tahap pengesahan tapi harus di kawal implementasi sampai ke masyarakat,” tegasnya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img src="https://pdiperjuanganlampung.id/wp-content/uploads/2022/12/IMG-20221217-WA0080-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-7091" /></figure>



<div style="height:30px" aria-hidden="true" class="wp-block-spacer"></div>



<p>Aprilliati juga menyampaikan harus ada tindakan tegas dari Polri dalam hal ini Polda Lampung untuk dapat bertindak dalam kasus tindak kekerasan seksual.</p>



<div style="height:30px" aria-hidden="true" class="wp-block-spacer"></div>



<p>“Undang-undang itu di bentuk untuk keadilan, kepastian hukum dan kemanfaatan. Mana kala tiga unsur itu tidak terpenuhi sia-sia saja pembuatan undang-undang atau peraturan tersebut,” ucapnya.</p>



<div style="height:30px" aria-hidden="true" class="wp-block-spacer"></div>



<p><br />Kemudian, anggota DPRD Provinsi Lampung, Jauharo hadad juga mengatakan pentingnya sosialisasi undang-undang terhadap tindak kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak sampai pada masyarakat.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img src="https://pdiperjuanganlampung.id/wp-content/uploads/2022/12/IMG-20221217-WA0075-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-7092" /></figure>



<div style="height:30px" aria-hidden="true" class="wp-block-spacer"></div>



<p>“Ini menjadi penting, implementasi yang dilakukan untuk sejauh mana sosialisasi ini di ketahui oleh masyarakat, makanya dengan adanya program sosialisasi perda yang ada di DPRD Lampung itu sangat penting,” tuturnya.</p>



<div style="height:30px" aria-hidden="true" class="wp-block-spacer"></div>



<p>Menurut Jauharo, semakin banyak sosialisasi yang dilakukan maka masyarakat akan lebih mengetahui dan tidak takut untuk melaporkan ketika ada tindak kekerasan seksual terjadi.</p>



<div style="height:30px" aria-hidden="true" class="wp-block-spacer"></div>



<p>“Kita harus kawal sampai dimana implementasi ini dilakukan, agar masyarakat tidak takut untuk melaporkan kasus tersebut jika mengalami tindak kekerasan seksual,” tutupnya. (*)</p>



<div style="height:30px" aria-hidden="true" class="wp-block-spacer"></div>
<!--CusAds0-->
<div style="font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;"></div>
Pringsewu – Kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan kembali dilaksanakan sebagai bagian dari…
Pesawaran – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Pesawaran menggelar kegiatan doa bersama sebagai…
Bandar Lampung – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung melaksanakan kegiatan penanaman…
Pesawaran — Anggota DPRD Provinsi Lampung, Andy Roby, menggelar kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor…
Peringatan Hari Kartini 2026 harus dimaknai bukan sebagai agenda seremonial tahunan semata. Momentum ini harus…
Bandar Lampung - DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung memperingati Hari Kartini 2026 dengan melibatkan pelaku…