<!--CusAds0-->
<p class="wp-block-paragraph"><br><strong>Bandar Lampung</strong> – Komisi V DPRD Provinsi Lampung memberikan perhatian serius terhadap kasus meninggalnya seorang pasien anak, Abizar Fathan Athallah, yang diduga akibat kelalaian penanganan medis di RSIA Puri Betik Hati. </p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Kematian bocah malang yang menderita usus buntu tersebut memicu desakan evaluasi total terhadap sistem pelayanan rumah sakit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​<br>Anggota DPRD Lampung, Budhi Condrowati, menilai ada indikasi kuat terjadinya keterlambatan penanganan sejak pasien pertama kali masuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia. </p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Berdasarkan penelusuran awal, Condro mengungkapkan bahwa pasien tidak mendapatkan tindakan medis yang optimal dalam periode waktu yang krusial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​<br>&#8220;Dari hasil penelusuran kami, ada keterlambatan penanganan yang nyata. Selain itu, ketersediaan dokter bedah di rumah sakit tersebut sangat terbatas, hanya satu orang. Ini harus menjadi perhatian serius,&#8221; tegas Budhi Condrowati saat memberikan keterangan kepada media.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img src="https://pdiperjuanganlampung.id/wp-content/uploads/2022/07/yanuar-pimpin-rapat-dengar-pendapat-dengan-dinas-pendidikan-od69CpExBK-1024x528.jpg" alt="" class="wp-image-5570"/></figure>



<p class="wp-block-paragraph">​<br>Condro mendesak manajemen rumah sakit segera melakukan evaluasi menyeluruh agar tragedi serupa tidak menimpa warga lain. Ia menekankan pentingnya penambahan tenaga medis spesialis untuk menunjang layanan kegawatdaruratan.</p><!--CusAds0-->



<p class="wp-block-paragraph">​<br>&#8220;Pihak rumah sakit harus mengevaluasi prosedur internal mereka dan menambah tenaga medis, khususnya dokter bedah, agar pelayanan tidak tersendat,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​<br>Senada dengan Condro, Anggota DPRD Lampung lainnya, Yanuar Irwan, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari orang tua korban, Muslim, warga Perumahan Griya GMI, Bandar Lampung. Peristiwa yang terjadi pada Februari 2026 ini diduga kuat berakar dari prosedur medis yang tidak tepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>​&#8221;Berdasarkan keterangan orang tua korban, terdapat dugaan kelalaian dalam penanganan yang berujung fatal pada meninggalnya pasien,&#8221; jelas Yanuar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​<br>Sebagai langkah konkret, Komisi V DPRD Lampung dalam waktu dekat akan memanggil jajaran manajemen RSIA Puri Betik Hati, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, serta keluarga korban untuk agenda klarifikasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​<br>&#8220;Kami akan memanggil semua pihak terkait untuk mendapatkan gambaran utuh dan berimbang. Kami ingin memastikan keadilan bagi keluarga korban dan perbaikan layanan kesehatan di Lampung,&#8221; pungkasnya.</p>
<!--CusAds0-->
<div style="font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;"></div>
Bandar Lampung – Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat ditunjukkan Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung yang juga…
Bandar Lampung — DPC PDI Perjuangan Bandar Lampung bergerak membagikan masker gratis kepada masyarakat sebagai langkah…
Lampung Selatan – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lampung yang juga Wakil Ketua DPD PDI…
Bandar Lampung — Upaya mengantisipasi dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) terhadap kesehatan warga…
Bandar Lampung – Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung Winarti menginstruksikan DPC PDI Perjuangan Lampung Selatan,…
Lampung Selatan – DPC PDI Perjuangan Lampung Selatan bergerak cepat membantu masyarakat yang terdampak abu…