Categories: Daerah

Ketum PDI Perjuangan Megawati: Negara yang Kesampingkan Perempuan akan Hilang Keseimbangan

<&excl;--CusAds0-->&NewLine;<p><br>Jakarta &&num;8211&semi; Presiden RI Kelima yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan &lpar;PDIP&rpar; Megawati Soekarnoputri menyatakan&comma; pemberdayaan perempuan merupakan faktor penentu kualitas negara dan pemerintahan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Menurut Megawati&comma; negara yang mengecualikan perempuan dari ruang pengambilan keputusan berisiko kehilangan keseimbangan sosial&comma; moral&comma; dan peradabannya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Pemberdayaan perempuan bukanlah ancaman terhadap nilai&comma; budaya&comma; atau tradisi&period; Justru sebaliknya&comma; ia merupakan syarat bagi negara yang percaya pada masa depannya sendiri&comma;” kata Megawati di Jakarta&comma; Senin&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Pernyataan itu disampaikan Megawati dalam pidato ilmiah saat menerima gelar Doctor Honoris Causa dari Princess Nourah Bint Abdulrahman University&comma; Arab Saudi&comma; Senin&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Penganugerahan ini menjadi sangat istimewa karena Megawati tercatat sebagai tokoh pertama di luar warga negara Arab Saudi yang menerima gelar kehormatan dari universitas perempuan terbesar di dunia tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Megawati menyampaikan bahwa negara tidak boleh dipahami semata sebagai struktur administratif atau kekuasaan politik&comma; melainkan sebagai peradaban yang hidup dan bertumpu pada nilai&comma; sejarah&comma; serta tanggung jawab moral&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Dalam kerangka tersebut&comma; keterlibatan perempuan bukanlah isu tambahan&comma; melainkan bagian esensial dari pembangunan negara yang adil dan berkelanjutan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Negara yang besar adalah negara yang mampu menghimpun seluruh potensi kemanusiaannya&period; Negara yang kuat adalah negara yang tidak membiarkan separuh dari kekuatan sosialnya berada di pinggir sejarah&comma;” ujar Megawati dalam pidatonya&period;<&sol;p><&excl;--CusAds0-->&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Sebagai Presiden kelima Republik Indonesia dan presiden perempuan pertama di negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia&comma; Megawati menegaskan bahwa pengalamannya di pemerintahan menunjukkan keterlibatan perempuan berpengaruh langsung terhadap kualitas kebijakan publik&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Ia menyebut&comma; pemerintahan yang adil dan efektif tidak dapat dibangun dengan mengecualikan perempuan dari proses pengambilan keputusan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Megawati juga menekankan bahwa pemberdayaan perempuan tidak boleh dipersempit pada persoalan keterwakilan jabatan semata&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Menurutnya&comma; yang lebih penting adalah keterlibatan perempuan secara bermakna dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan negara&period; Negara&comma; kata dia&comma; harus memastikan bahwa perempuan memiliki ruang&comma; perlindungan&comma; dan kesempatan yang setara dalam seluruh aspek kehidupan bernegara&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Dalam pidatonya&comma; Megawati mengaitkan isu pemberdayaan perempuan dengan prinsip keadilan yang bersifat universal&period; Ia menegaskan bahwa peradaban yang menyingkirkan perempuan dari pusat tanggung jawab publik pada akhirnya akan kehilangan keseimbangan dan legitimasi moralnya sendiri&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Acara penganugerahan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting&comma; termasuk putra Megawati yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan M&period; Prananda Prabowo dan istri Nancy Prananda&comma; Ketua DPR RI Puan Maharani yang juga putri Megawati&comma; serta jajaran diplomatik Indonesia termasuk Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi&comma; Abdul Aziz Ahmad&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Sebelumnya Megawati mendapat 10 gelar doktor kehormatan dan 3 profesor kehormatan dari berbagai universitas di dalam dan luar negeri&period; &lpar;&ast;&rpar;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><&sol;p>&NewLine;<&excl;--CusAds0-->&NewLine;<div style&equals;"font-size&colon; 0px&semi; height&colon; 0px&semi; line-height&colon; 0px&semi; margin&colon; 0&semi; padding&colon; 0&semi; clear&colon; both&semi;"><&sol;div>

pdi perjuangan lampung

Recent Posts

Musancab Lampung Tengah, Winarti Ingatkan Peran Strategis PDI Perjuangan Kawal Kebijakan Publik

Lampung Tengah - Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung, Winarti, menegaskan bahwa PDI Perjuangan memiliki…

3 hari ago

Lewat Pembagian Bibit, DPD PDI Perjuangan Lampung Ajak Kader Merawat Pertiwi

Lampung Tengah - DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup…

3 hari ago

Winarti Buka Musancab PDI Perjuangan Lampung Tengah, Konsolidasi Partai Diperkuat hingga Akar Rumput

Lampung Tengah - Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung, Winarti, secara resmi membuka Musyawarah Anak…

3 hari ago

Aprilliati Dorong Kader Militan dan Berintegritas dalam Pendidikan Politik Pra-Musancab Lamteng

Lampung Tengah – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Lampung memberikan pendidikan politik kepada…

3 hari ago

Winarti Buka Musancab PDI Perjuangan Kota Metro, Tegaskan Penguatan Kader dan Struktur Partai

Metro – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Lampung, Winarti, resmi membuka kegiatan…

3 hari ago

HUT ke-53, PDI Perjuangan Tubaba Dorong Talenta Muda Lewat Turnamen Sepak Bola

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) PDI Perjuangan ke-53, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI…

1 minggu ago