Categories: Daerah

Endro S Yahman Soroti Banjir Berulang di Bandar Lampung, Sebut Tata Kelola Lingkungan Bermasalah

<&excl;--CusAds0-->&NewLine;<p><br>Bandar Lampung &&num;8211&semi; Banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung hingga menimbulkan korban jiwa menuai sorotan dari berbagai kalangan&period; Pengamat kebijakan publik dan lingkungan&comma; Endro S Yahman&comma; menilai banjir yang terus berulang menunjukkan adanya persoalan serius dalam tata kelola lingkungan dan kebijakan pembangunan daerah&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Endro yang juga mantan anggota DPR RI serta calon doktor di Institut Pertanian Bogor &lpar;IPB&rpar; itu menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut sekaligus menyampaikan duka cita kepada keluarga korban&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Saya ikut berdukacita kepada keluarga korban&period; Seharusnya kejadian seperti ini tidak perlu terjadi&period; Pemerintah kota memiliki BPBD yang bertugas memitigasi dan mengendalikan potensi dampak bencana banjir&comma;” ujarnya&comma; Minggu &lpar;8&sol;3&sol;2026&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Menurut Endro&comma; banjir yang terjadi berulang kali dapat menjadi indikasi bahwa pemerintah daerah masih lebih berfokus pada capaian administratif dibandingkan memastikan implementasi kebijakan lingkungan secara nyata&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Saya khawatir dengan adanya bencana banjir yang selalu berulang&comma; ini bisa jadi mengindikasikan bahwa kita hanya mengejar prestasi administrasi&period; Kepatuhan pada regulasi masih di atas kertas semata&comma;” katanya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Ia menjelaskan&comma; mulai dari pemerintah kabupaten&sol;kota hingga provinsi sebenarnya telah memiliki dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis &lpar;KLHS&rpar; yang memuat analisis daya dukung dan daya tampung lingkungan&period; Namun dalam praktiknya&comma; dokumen tersebut dinilai belum sepenuhnya menjadi acuan dalam kebijakan pembangunan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Nampaknya KLHS belum menjadi acuan dalam kebijakan pembangunan&period; Akibatnya daerah melampaui kapasitas ekologisnya dan memicu terjadinya banjir&comma;” jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Endro menilai lembaga penanggulangan bencana perlu mengubah paradigma dari sekadar pengendalian menjadi pencegahan berbasis ilmu pengetahuan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Menurutnya&comma; langkah preventif harus didukung data lingkungan yang akurat&comma; mulai dari data meteorologi&comma; curah hujan&comma; debit sungai hingga kondisi tutupan hutan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Paradigma pencegahan bertumpu pada ilmu pengetahuan&period; Ilmu pengetahuan harus menjadi &OpenCurlyQuote;bintang penuntun’ pemerintah dalam mengambil keputusan&comma;” ujarnya&period;<&sol;p><&excl;--CusAds0-->&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Ia mencontohkan data iklim dari Badan Meteorologi&comma; Klimatologi&comma; dan Geofisika &lpar;BMKG&rpar;&comma; data debit sungai di dinas pekerjaan umum&comma; serta data tutupan hutan dari dinas kehutanan yang seharusnya dapat diintegrasikan dalam sistem pengambilan keputusan pemerintah daerah&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Masalahnya selama ini data-data tersebut belum terhubung dalam pengambilan keputusan pemerintah daerah&comma; khususnya dalam mitigasi bencana&comma;” katanya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Lebih lanjut&comma; Endro menegaskan bahwa persoalan banjir tidak semata-mata disebabkan oleh sistem drainase yang tidak mampu menampung air hujan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Menurutnya&comma; drainase yang meluap hanyalah gejala dari persoalan yang lebih besar&comma; yakni berkurangnya daerah resapan air akibat perubahan fungsi lahan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Pertumbuhan kota menyebabkan banyak kawasan resapan air berubah peruntukan&period; Ini yang memicu limpasan air hujan semakin besar&comma;” jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Ia juga menyoroti kondisi perbukitan di sekitar Bandar Lampung yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air&period; Kerusakan tutupan bukit akibat pemangkasan dan pembukaan lahan disebut turut memperparah risiko banjir&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Kita melihat banyak bukit yang dipangkas dan menjadi gundul&period; Padahal kualitas tutupan perbukitan sangat berpengaruh terhadap limpasan air hujan&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Meski mengapresiasi respons cepat pemerintah dalam melakukan evakuasi dan penanganan korban&comma; Endro menilai langkah tersebut masih bersifat reaktif&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Respon pemerintah cukup baik dalam penanganan korban&period; Tetapi itu masih reaktif&comma; seperti pemadam kebakaran&period; Penanganan dilakukan setelah kejadian&comma;” katanya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Sebagai langkah strategis&comma; ia mendorong dilakukannya audit menyeluruh terhadap kebijakan dan tata kelola lingkungan di daerah&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Audit tersebut&comma; kata dia&comma; perlu mengevaluasi apakah dokumen perencanaan pembangunan seperti RTRW dan RPJMD telah benar-benar mengacu pada KLHS serta memastikan pengawasan dan penegakan aturan berjalan efektif&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Banjir ini adalah teguran alam bahwa pemerintah harus melakukan kebijakan pembangunan yang bertumpu pada ekologi dan ilmu pengetahuan&comma;” tegasnya&period; &lpar;&ast;&rpar;<&sol;p>&NewLine;<&excl;--CusAds0-->&NewLine;<div style&equals;"font-size&colon; 0px&semi; height&colon; 0px&semi; line-height&colon; 0px&semi; margin&colon; 0&semi; padding&colon; 0&semi; clear&colon; both&semi;"><&sol;div>

pdi perjuangan lampung

Recent Posts

Andy Roby Sosialisasikan Perda UMKM di Pesawaran, Dorong Kemandirian Masyarakat

Pesawaran — Anggota DPRD Provinsi Lampung, Andy Roby, menggelar kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor…

4 hari ago

Semangat Kartini Tak Boleh Sekadar Seremonial, Ini Pesan Kostiana untuk Perempuan Lampung

Peringatan Hari Kartini 2026 harus dimaknai bukan sebagai agenda seremonial tahunan semata. Momentum ini harus…

4 hari ago

DPD PDI Perjuangan Lampung Angkat UMKM Olahan Ubi Jalar DPC Metro di Momentum Hari Kartini

Bandar Lampung - DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung memperingati Hari Kartini 2026 dengan melibatkan pelaku…

4 hari ago

Banteng Lampung Angkat Semangat Fatmawati Lewat Balutan Kerudung di Hari Kartini

Bandar Lampung - DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung memperingati Hari Kartini, di Kantor DPD Partai,…

4 hari ago

Semangat Kartini, Ketua Banteng Lampung Winarti Perkuat Ketahanan Pangan dengan Tanam Tanaman Pendamping Beras

Lampung Selatan - DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung mewarnai momentum Hari Kartini dengan cara istimewa.…

5 hari ago

Refleksi 71 Tahun KAA: Hasto Tekankan Pentingnya Geopolitik Ala Bung Karno

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak seluruh komponen bangsa untuk melakukan rediscovery of…

5 hari ago