Categories: BeritaDaerahNasional

DPRD Lampung Fraksi PDI Perjuangan Sebut Opini Keuangan WTP ke 9 Tak Layak, Potret Buruk Kinerja Kepemimpinan Gubernur

<&excl;--CusAds0-->&NewLine;<p><br>Bandar Lampung &&num;8211&semi; DPRD Provinsi Lampung menggelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi yang berlangsung di ruang rapat Paripurna DPRD setempat&comma; Senin &lpar;26&sol;6&sol;2023&rpar;&period; Rapat Paripurna tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Ririn Kuswantari&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Rapat Paripurna DPRD dalam pemandangan umum Fraksi Fraksi&comma; juru bicara fraksi PDI Perjuangan Lesty Putri Utami menyebut Pelaporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD setiap tahunnya&comma; menjadi momentum penting&comma; strategis dan sakral dalam konteks pertanggungjawaban seorang Kepala Daerah atas janji janjinya untuk melayani dan mensejahterakan masyarakat Lampung&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Selain itu&comma; rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Lampung Tahun 2022 merupakan gambaran tentang hasil dan kinerja keuangan Pemerintah Provinsi Lampung selama tahun 2022 yang telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan &lpar;BPK&rpar; Perwakilan Provinsi Lampung&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Setelah mengkaji pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Provinsi Lampung Tahun 2022&comma; Fraksi PDI-Perjuangan memberikan apriasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung atas diperolehnya opini Wajar Tanpa Pengecualian &lpar;WTP&rpar; untuk ke-9 kalinya secara berturut-turut dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan &lpar;BPK&rpar; Perwakilan Provinsi Lampung terhadap Laporan Keungan Pemerintah Daerah Provinsi Lampung Tahun 2022&period; Opini WTP ini menjadi salah satu indikator pengelolaan keuangan yang baik secara administrasi memenuhi Standar Akuntansi Pemerintah &lpar;SAP&rpar;&period;<&sol;p><&excl;--CusAds0-->&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Namun&comma; sayang sekali secara substansi perolehan WTP yang ke 9 ini tidak berkorelasi positif terhadap pencapaian kinerja pembangunan daerah di tahun 2022&comma; ujar Lesty&comma; dalam penyampaiannya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Menurutnya&comma; sebagian besar target kinerja pembangunan ekonomi sosial tidak tercapai&comma; dari 9 indikator kinerja dalam RKPD Provinsi Lampung Tahun 2022&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>”Ada 6 indikator yang tidak tercapai&comma; yaitu pertumbuhan ekonomi hanya 4&comma;28&percnt; dari target 4&comma;3-5&comma;3&percnt;&comma; inflasi tembus diangka 5&comma;51&percnt; dari target 3&comma;0-±1&percnt;&comma; tingkat pengangguran terbuka hanya mencapai 4&comma;52&percnt; dari target 4-4&comma;5&percnt;&comma; tingkat kemiskinan mencapai 11&comma;57&percnt; diluar target yang ditetapkan 10&comma;14-11&comma;5&percnt;&comma; target IPM pun tidak tercapai&comma; dari target 71&comma;49 realisasinya 70&comma;45 dan nilai tukar petani hanya tercapai diangka 102&comma;19 dari target 105&comma;” ucap Lesty Putri Utami&comma; Legeslator Fraksi PDI Perjuangan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Sedangkan 3 indikator sisanya mencapai target&comma; yaitu PDRB Perkapita diangka 45&comma;1 dari target 45-48 &lpar;Rp Juta&rpar;&comma; Indeks Gini 0&comma;314 dari target 0&comma;32-0&comma;33&comma; dan Tingkat Kemantapan Jalan mencapai 77&percnt; dari target 72&comma;34&percnt;&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Kondisi ini merupakan potret buruk kinerja pembangunan daerah dari Kepemimpinan Gubernur Provinsi Lampung di tahun 2022 dan sebenarnya tidak layak juga mendapatkan opini keuangan WTP yang ke-9 karena capaian kinerja pembangunan daerah justru hasilnya buruk&comma; ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Ingat keuangan daerah sesungguhnya merupakan instrumen untuk mencapai tujuan pembangunan daerah&period; Oleh karena itu&comma; pantasnya kiranya diberikan raport merah atas capaian kinerja pembangunan daerah tahun 2022&comma; tandasnya&period; &lpar;&ast;&rpar;<&sol;p>&NewLine;<&excl;--CusAds0-->&NewLine;<div style&equals;"font-size&colon; 0px&semi; height&colon; 0px&semi; line-height&colon; 0px&semi; margin&colon; 0&semi; padding&colon; 0&semi; clear&colon; both&semi;"><&sol;div>

Ragilia Nofantina

Lahir pada 24 November 1997, di Jagabaya Bandar Lampung. Senang mengikuti organisasi yang bersosialiasi dengan banyak orang. Lulusan sarjana ekonomi namun sedang menjalani dan menekuni dunia jurnalistik.

Recent Posts

Andy Roby Sosialisasikan Perda UMKM di Pesawaran, Dorong Kemandirian Masyarakat

Pesawaran — Anggota DPRD Provinsi Lampung, Andy Roby, menggelar kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor…

5 hari ago

Semangat Kartini Tak Boleh Sekadar Seremonial, Ini Pesan Kostiana untuk Perempuan Lampung

Peringatan Hari Kartini 2026 harus dimaknai bukan sebagai agenda seremonial tahunan semata. Momentum ini harus…

5 hari ago

DPD PDI Perjuangan Lampung Angkat UMKM Olahan Ubi Jalar DPC Metro di Momentum Hari Kartini

Bandar Lampung - DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung memperingati Hari Kartini 2026 dengan melibatkan pelaku…

6 hari ago

Banteng Lampung Angkat Semangat Fatmawati Lewat Balutan Kerudung di Hari Kartini

Bandar Lampung - DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung memperingati Hari Kartini, di Kantor DPD Partai,…

6 hari ago

Semangat Kartini, Ketua Banteng Lampung Winarti Perkuat Ketahanan Pangan dengan Tanam Tanaman Pendamping Beras

Lampung Selatan - DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung mewarnai momentum Hari Kartini dengan cara istimewa.…

6 hari ago

Refleksi 71 Tahun KAA: Hasto Tekankan Pentingnya Geopolitik Ala Bung Karno

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak seluruh komponen bangsa untuk melakukan rediscovery of…

7 hari ago